BICARAINDONESIA-Jakarta : Sebuah pos pemeriksaan keamanan di wilayah utara Pakistan menjadi sasaran serangan kelompok militan yang menabrakkan kendaraan berisi bahan peledak. Insiden tragis tersebut mengakibatkan setidaknya 11 orang kehilangan nyawa dan 18 lainnya luka-luka.
Menurut pejabat kepolisian Saifullah Khan, pos pemeriksaan gabungan polisi, militer, dan bea cukai di Dera Ismail Khan, diserang pada Sabtu (26/9/2026) siang.
”Seorang pelaku bom bunuh diri yang diduga menabrakkan kendaraan bermuatan bahan peledak ke pos pemeriksaan, menewaskan 11 orang,” katanya, seperti dilansir AFP.
Bilal Faizi dari layanan penyelamatan 1122 mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya telah mengevakuasi 11 jenazah setelah serangan militan tersebut. Sebanyak 18 orang lainnya terluka dalam insiden itu.
Belum ada kelompok yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Awal bulan ini, sedikitnya 31 orang, termasuk 16 personel kepolisian, tewas dalam ledakan dan serangan bersenjata di markas kepolisian di Kohat, kota berpenduduk sekitar 220 ribu jiwa di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa (KP), Pakistan.
Pihak Pakistan menuding bahwa lonjakan serangan di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan yang terletak di perbatasan selatan disebabkan oleh kelompok militan yang datang dari arah Afghanistan. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Taliban yang menegaskan bahwa Afghanistan tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.
Tuduhan tersebut memicu ketegangan antara kedua negara tetangga hingga berujung konflik bersenjata. Pakistan juga telah melakukan serangan udara mematikan yang disebut menargetkan militan di wilayah Afghanistan.
(ki/dtc)