“Untuk kejadiannya itu kemarin, korban inisial FR bersama temannya inisial SAP itu mereka sambil nunggu buka puasa duduk-duduk di pinggir pantai. Ketika sudah selesai buka puasa mereka didatangi oleh seseorang yang mereka tidak kenal dan memukul menggunakan balok,” beber Kasat Reskrim Polresta Manowkari, AKP Agung Gumara Samosir, Kamis (5/3/2026).
Peristiwa penyerangan di Pantai Petrus Kafiar Manokwari, itu terjadi pada Rabu (5/3/2026) sekitar pukul 06.30 WIT. Saat itu, pelaku datang dan menendang kursi yang sedang digunakan keduanya.
“Pelaku datang menendang kursi lalu korban FR berdiri dan menanyakan apa salahnya. Begitu dia (FR) sampaikan langsung di pukul sama orang tidak dikenal ini menggunakan balok kayu,” katanya.
Agung mengatakan korban FR seketika itu langsung jatuh dan pingsan. Sementara rekannya SAP langsung berteriak minta tolong.
“Saat SAP berteriak minta tolong pelaku langsung memukulnya di mata, menendang korban dan memukul menggunakan balok,” ungkapnya.
Korban FR sempat dilarikan ke rumah sakit namun tidak tertolong dan meninggal dunia. Sementara SAP sudah menjalani perawatan medis.
“FR merupakan siswa kelas 2 dan SAP merupakan siswi kelas 1 SMA Negri 1 Manokwari. Kita begitu mendapatkan laporan di Polsek Amban langsung mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP,” ungkap Agung.
Agung mengatakan berdasarkan hasil autopsi ditemukan sejumlah luka pada wajah korban. Selain itu, leher korban patah akibat dipukul pakai balok.
“Lukanya itu ada di bibir sebelah kanannya itu robek. Kemudian ada gigi yang lepas atau tanggal. Kemudian itu di leher kemungkinan besar lehernya patah. Berarti dia pukul pakai balok di bagian leher,” pungkasnya.