x

26 Penerbangan Rute Kualanamu-Soetta Dibatalkan Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

2 minutes reading
Sunday, 6 Sep 2026 13:54 0 218 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Deliserdang: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau terus meluas bagi dunia penerbangan tanah air. Setelah AirNav memutuskan menutup tiga bandara yakni Soetta di Banten, Halim Perdanakusumah di Jakarta dan Raden Inten II di Lampung, jadwal penerbangan di sejumlah bandara lain juga turut terdampak.

Salahsatunya Bandara Internasional Kualanamu. Bandara yang berada di di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) ini terpaksa membatalkan puluhan penerbangan rute Kualanamu-Soekarno Hatta (Soetta), Minggu (6/9/2026).

Data dari sejumlah maskapai penerbangan melalui PT. Angkasa Pura Aviasi, Sebanyak 26 penerbangan terpaksa dibatalkan sejak penerbangan awal pada pukul 04.00 WIB hingga siang ini karena faktor keselamatan akibat sebaran abu vulkanik yang dapat membahayakan penerbangan.

Sejumlah maskapai dari Nandara Kualanamu tujuan Soetta, Cengkareng, Banten dan sebaliknya antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air dan Pelita Air.

Penumpukan Calon Penumpang

Sementara, pembatalan penerbangan pun berefek pada suasana di Kualanamu. Tampak ribuan penumpang calon penumpang kelima maskapai tersebut menumpuk di seluruh terminal bandara.

Di beberapa counter cek in tiket juga tampak antrean panjang calon penumpang melakukan Reschedule untuk jadwal penerbangan pada Senin besok, 7 September 2026 sambil menunggu informasi lebih lanjut terkait situasi gunung Anak Krakatau.

Mereka terlihat mengantre dengan tertib untuk melakukan penjadwalan ulang keberangkatan. Namun tak sedikit yang memilih melakukan refund atau pengembalian uang kepada travel pembelian tiket secara online dan membeli tiket untuk esok harinya.

Ika misalnya, salah satu penumpang rute Kualanamu-Bandara Adi Soemarmo, Solo transit Bandara Soetta yang terpaksa batal terbang.  Menurutnya, seharusnya ia berangkat pada pukul 10.00 WIB pagi tadi. Namun batal setelah AirNav mengeluarkan kebijakan demi keselamatan penumpang.

“Saat saya tiba pukul tujuh pagi tadi dapat kabar penerbangan saya dengan citilik pukul 10 pagi tujuan Solo transit Soetta terpaksa dibatalkan karena faktor alam adanya erupsi dan abu vulkanik, dan harus dilakukan penjadwalan ulang,” ujar Ika.

Berdasarkan informasi dari PT Angkasa Pura Aviasi, jika intensitas erupsi terus terjadi semburan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau semakin tinggi yang statusnya saat ini Level III atau Siaga, dipastikan akan Bertambah terus Pembatalan penerbangan tujuan Soetta.

Sementara layanan penerbangan tujuan seperti Batam dan Pekanbaru yang merupakan tujuan domestik masih tetap dan beroperasi seperti biasa aman-aman saja dan berjalan operasionalnya seperti biasa, sama seperti penerbangan international yang tidak ada terdampak abu vulkanik anak gunung krakatau sehingga penerbangan aman dilakukan. (SD/rz)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!