Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta, Wahyu Purnama mengatakan bahwa aksi mogok ini dilakukan di seluruh pasar dan rumah potong hewan (RPH) di Jabodetabek.
“Melalui surat ini maka kami memberitahukan bahwa seluruh anggota asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” ujar Wahyu dikutip dari detikcom, Rabu (21/1).
Aksi ini, kata Wahyu, dilakukan karena masih tingginya harga sapi timbang hidup di feedloter yang terlalu tinggi. Begitu pula harga karkas dari RPH juga turut naik. Di sisi lain, ia menilai daya beli masyarakat menurun.
Selain itu, pihaknya telah rapat bersama dengan Kementerian Pertanian dan instansi terkait tentang jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan. Namun, hal itu dinilai Wahyu tidak terealisasi.
Karena hal itu, Wahyu menyebut harga daging sapi menjadi tinggi sehingga pedagang serta masyarakat jadi terdampak.
“Dalam rangka menjaga eksistensi dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam APDI sebagai organisasi dipandang perlu untuk melakukan tindakan,” katanya.
Ia pun berharap Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman segera mengambil langkah konkrit untuk menstabilkan harga demi keberlangsungan UMKM di hilirisasi dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum APDI Asnawi menyampaikan anggota Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia juga turut melakukan aksi mogok dagang.
“Besar kemungkinan anggota JAPPDI dan APDI kompak melakukan aksi libur tidak berdagang,” katanya.