Hal tersebut disampaikan Jenderal Sigit dalam groundbreaking SPPG Polri serta peresmian Gudang Ketahanan Pangan di SPPG Palmerah Polres Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Presiden Prabowo hadir dalam presmian ini.
“Pada tahun 2026 Polri menargetkan untuk melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia. Namun kalau ada arahan lebih lanjut dari Bapak Presiden kami menyesuaikan,” ujar Jenderal Sigit.
Sigit mengatakan bahwa target diperbanyak untuk memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi. Tak hanya itu, hal itu juga untuk memastikan bertambahnya akses masyarakat penerima manfaat makanan bergizi.
“Hal ini dilakukan guna memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi dan memastikan bertambahnya akses masyarakat penerima manfaat terhadap makanan bergizi,” katanya.
Polri, kata Sigit, selalu menempatkan aspek standarisasi mutu higienitas dan keamanan pangan sebagai prioritas utama. Saat ini, sudah ada 201 SPPG Polri yang memiliki sertifikat laik higiene sanitasi.
“Polri senantiasa menempatkan aspek standarisasi mutu higienitas dan keamanan pangan sebagai prioritas utama saat ini 201 SPPG Polri telah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi, 119 SPPG Polri telah memiliki sertifikat halal 147 SPPG polri telah memiliki sertifikat uji laboratorium,” ungkapnya.
Sebagai informasi, tujuan utama program SPPG Polri adalah meningkatkan status gizi anak-anak, mencegah kekurangan gizi, dan meningkatkan kualitas hidup, sekaligus mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak.
SPPG ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tercantum dalam program Asta Cita. Program ini sebagai kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan beroperasinya SPPG Polri, layanan pemenuhan gizi diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.