x

Pedagang Daging Menjerit Harga Daging Sapi Mahal

2 minutes reading
Friday, 20 Feb 2026 21:44 0 76 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Pedagang daging sapi mengeluhkan harga daging sapi yang mengalami kenaikan. Keluhan itu disampaikan saat berdialog langsung dengan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Para pedagang mengaku harga bahan baku dari Rumah Potong Hewan (RPH) yang tinggi membuat margin keuntungan sangat tipis, bahkan nyaris tidak ada.

Salah satu pedagang daging bernama Asep mengatakan bahwa para pengecer menjerit karena harga modal terus naik sejak sebelum pergantian tahun. Ia mengatakan pedagang sebenarnya ingin menjual dengan harga lebih rendah agar masyarakat tetap mampu membeli daging sapi.

“Di sini kita juga asosiasi semua pedagang pada menjerit, Pak. Tahun ini luar biasa, dari sebelum tahun baru harganya sudah naik. Kita bisa saja jual Rp140 ribu (per kilogram), tapi kita enggak dapat apa-apa, kita hanya pengecer. Sekilo itu kadang lebih setengah ons saja sudah rugi,” ujar Asep kepada Rizal di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (20/2/2026).

Saat ini, kata Asep, harga potongan daging dari RPH sudah mencapai sekitar Rp108 ribu per kg, sehingga harga jual di tingkat pengecer menjadi tinggi. Menurutnya, pedagang sebenarnya ingin menjual daging sapi di kisaran Rp130 ribu per kg agar masyarakat tetap bisa membeli.

“Kalau kita Rp140 ribu, keinginannya malah jual Rp130 ribu (per kg), biar masyarakat menengah ke bawah bisa makan daging,” katanya.

Dalam dialog itu, Asep juga meminta pemerintah menurunkan harga di tingkat hulu agar harga jual di pasar ikut turun. Ia menilai tingginya harga bahan baku membuat pedagang sulit menekan harga jual meski permintaan masyarakat tetap ada.

Menanggapi keluhan itu, Bos Bulog Rizal mengatakan pihaknya akan memantau harga di tingkat RPH untuk mengendalikan harga di pasar.

“Ya kita biar tahu harga supaya nanti kita kontrol RPH-nya. Nanti RPH-nya biar turun harganya maka di pasaran juga biar turun,” ujar Rizal.

Saat ini, harga daging sapi di tingkat pedagang tercatat sekitar Rp150 ribu per kg. Pedagang menyebut harga tersebut sulit diturunkan karena tingginya harga modal yang sudah terjadi sejak sebelum tahun baru, sementara keuntungan yang diperoleh pengecer dinilai sangat terbatas.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!