Foto: Ist. BICARAINDONESIA-Jakarta : Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1 dipecat usai membuat status WhatsApp, “rakyat jelata yang kurang bersyukur.” Status WhatsApp itu beredar di media sosial salah satunya diunggah oleh akun Instagram @infopurbalingga.id.
Unggahan tangkapan layar itu memicu beragam reaksi dari warganet.
“Peregengan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur,” tulis tangkapan layar dari status WhatsApp (WA) itu, dikutip dari detikJateng, Selasa (17/3/2026).
Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga Mei Sandra, membenarkan adanya kejadian itu. Ia mengatakan postingan tersebut dibuat pada Jumat (15/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
“Betul relawan tersebut dari salah satu SPPG di Kabupaten Purbalingga, yaitu SPPG Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1, Yayasan Samingah Mendidik Indonesia. Dibuat tanggal 15 Maret sekitar pukul 19.30 WIB,” kata Mei.
Mei mengatakan relawan itu diberhentikan sebagai bentuk sanksi atas perbuatannya.
“Tindak lanjutnya adalah relawan tersebut diberi sanksi diberhentikan dari SPPG dan membuat video permohonan maaf kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga meminta maaf atas adanya kejadian tersebut. Ia berharap seluruh SPPG di Kabupaten Purbalingga tidak mengulangi kejadian yang sama.
“Saya selaku Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. Bahwa kejadian tersebut sangat tidak etis serta akan kita jadikan pelajaran bersama. Harapannya seluruh SPPG di Kabupaten Purbalingga dapat meningkatkan SOP supaya memberikan pelayanan yang prima,” tutur Mei.