x

Mendagri Ungkap Menteri Prabowo Sudah Sepakati Wacana 1 Hari WFH Sepekan

2 minutes reading
Wednesday, 25 Mar 2026 17:02 0 107 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Pemerintah tengah membahas langkah-langkah menghadapi potensi krisis buntut konflik Timur Tengah. Salah satunya adalah pemberlakukan work from home (WFH) per minggu dalam upaya penghematan BBM.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan sejumlah menko dan menteri teknis telah menyepakati hari yang akan diberlakukan untuk WFH. Tito menyebut pemberlakuan hari WFH itu tinggal menunggu laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dan diumumkan secara resmi ke masyarakat.

Kesepakatan itu diambil dalam rapat yang melibatkan Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Seskab Teddy Indra Wijaya.

“Kemarin udah rapat, rapat hampir 3 atau 4 jam. Ya, tapi kita sepakat untuk satu suara berarti yang menyampaikan, ya saya nggak tahu siapa, (rapat) di Istana. Apakah Pak Menko PMK, apakah Menko Ekonomi, ataukah nanti oleh Pak Mensesneg (yang mengumumkan). Jadi, kita hanya memberikan masukan-masukan saja, tapi saya nggak berwenang untuk menyampaikan ke publik,” ujar Tito usai konferensi pers update PHTC di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Saat ditanya kapan hari yang disepakati itu, Tito enggan membocorkannya. Sebab, kata dia, hasil rapat itu masih harus dilaporkan dahulu kepada Presiden.

“Saya nggak mau menyebutkan, itu kemarin pun sebenarnya sudah ada hampir mengarah kepada mayoritas setuju di satu hari, yang sama, tapi saya nggak nyampaikan sekali lagi karena itu harus dilaporkan lagi hasil rapat kemarin ke Bapak Presiden,” katanya.

Lebih lanjut, Tito menegaskan pemerintah pusat dan pemerintah daerah tak ada masalah dengan wacana pemberlakuan WFH satu hari per pekan tersebut. Dia mengungkit skema itu pernah dilakukan semasa wabah Covid.

“Kalau saya nggak masalah. Saya yakin nggak akan masalah, karena ini bukan pengalaman pertama. Pada jaman Covid itu kan WFH bahkan sempat hanya WFO-nya hanya 25%. Kemendagri itu 25%, WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, kita punya pengalaman,” ungkapnya.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!