Pabrik terpal di Bogor kebakaran hingga berjam-jam / Foto: Tangkapan layar Instagram @aboutdkj BICARAINDONESIA-Jakarta : Kebakaran terjadi di pabrik pembuatan terpal di Jalan Jampang, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Minggu (29/3/2026). Kobaran api menyala besar hingga membutuhkan waktu berjam-jam untuk memadamkannya.
Petugas pemadam kebakaran (damkar) berupaya memadamkan api. Material di pabrik yang mudah terbakar membuat api menyala berjam-jam.
“Betul, objek yang terbakar pabrik terpal. Lokasi kebakaran di sekitar Setu Wanaherang, Gunungputri. Anggota sudah di lokasi, masih penanganan,” ujar Komandan Sektor (Dansek) Pemadam Kebakaran Gunungputri Hendra ketika dimintai konfirmasi, Minggu (29/3).
Pristiwa kebakaran ini beredar luas di media sosial. Suasana horor terekam dalam video yang menampilkan api berkobar dari bangunan pabrik tersebut. Kebakaran terjadi sejak sekitar pukul 15.30 WIB kemarin.
Dalam video lainnya, tampak asap hitam membubung tinggi dari bangunan pabrik tersebut. Sejumlah orang tampak berlarian di dalam bangunan pabrik dan berusaha mengamankan barang-barang.
Saat ini, kata Hendra, empat unit mobil Damkar Sektor Gunungputri dikerahkan ke lokasi. Kantor damkar sekitar pun dikerahkan untuk membantu pemadaman.
“Kebakarannya cukup besar, karena kan di situ banyak bahan baku yang mudah terbakar ya, ada banyak kertas semen juga,” imbuhnya.
Sebanyak 50 personel dan 10 unit mobil damkar sempat dikerahkan ke lokasi. Banyaknya bahan yang mudah terbakar dan bertumpuk mengakibatkan api terus membesar dan sulit dipadamkan.
“Masih ada api, tapi sudah bisa dikendalikan dan diisolasi,” kata Kepala Dinas Damkar Yudi Santosa ketika dihubungi pukul 20.15 WIB, dikutip dari detik.
Asap pekat akibat kebakaran membuat damkar mengerahkan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) untuk membantu menyediakan udara bersih secara mandiri di lokasi kebakaran. Dikerahkan juga 2 unit rescue, beberapa ambulans dari relawan, serta personel TNI-Polri dan relawan pemadam.
Penyebab Kebakaran
Kebakaran pabrik terpal itu diduga dipicu sambaran petir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Minggu (29/3).
Komandan Tim SAR Batalyon D Resimen 3 Cikeas, Bripda Abdurrasyid mengatakan, api pertama kali muncul dari area gudang penyimpanan hasil produksi. Dugaan awal, korsleting listrik terjadi setelah sambaran petir mengenai bagian bangunan.
“Diduga api berasal dari korsleting listrik saat hujan deras, dipicu sambaran petir di gudang penyimpanan hasil produksi,” ujar Abdurrasyid.
Kendala Pemadaman Api
Damkar mengungkap bahwa adanya kendala pemadaman kebakaran di sebuah pabrik terpal wilayah Kecamatan Gunung Putri, Bogor. Kendala itu berupa belum tersedianya unit busa (foam).
“Kita belum punya unit foam,” kata Kadis Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, Senin (30/3/2026).
Yudi mengatakan saat ini, masih ada titik api di sekitar lokasi meski pendinginan sudah dilakukan. Hal itu karena ada bahan kimia yang terbakar di pabrik.
“Titik api masih ada karena yang terbakar bahan kimia belum habis,” pungkasnya. (Ka/dtc)