BICARAINDONESIA-Jakarta : BMKG mencatat ada 180 gempa susulan yang terjadi setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Gempa susulan itu memiliki magnitudo terkecil M 1,7 dan terbesar M 5,8.
“Hingga pukul 16.15 WIB, total gempa bumi susulan (aftershock) yang tercatat mencapai 180 gempa bumi dengan magnitudo terkecil M 1,7 dan terbesar M 5,8,” ujar Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, Kamis (2/4/2026).
Gempa tektonik terkini yang dicatat BMKG terjadi pada pukul 15.51 WIB dengan M 4,9 (sebelum dimutakhirkan M 5,1). Gempa itu berlokasi di 1,38 derajat lintang utara (LU) dan 126,64 derajat bujur timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut 98 km barat laut Jailolo, Maluku Utara, pada kedalaman 10 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi,” katanya.
Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber
menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi M 4,9 ini menimbulkan guncangan di daerah Kota Jailolo dan Tobelo dengan skala intensitas III MMI yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti ada truk lewat.
“Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi dengan kekuatan M 7,6 di Pulau Dua pada tanggal 2 April 2026, pukul 05.48.14 WIB,” terangnya.
Gempa M 7,6 Picu Tsunami
Sebelumnya diberitakan, gempa M 7,6 terjadi pada pukul 05.48 WIB. Gempa bumi ini berdampak sedikitnya di tiga provinsi, mulai dari Maluku Utara (Malut), Sulawesi Utara (Sulut), dan Gorontalo.
Gempa dirasakan kuat dengan intensitas V-VI MMI di Kota Ternate yang artinya getaran dirasakan semua penduduk sehingga menyebabkan terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, serta kerusakan ringan.
Penduduk Manado turut merasakan getaran dengan intensitas IV-V MMI yang artinya getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Getaran di Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara dirasakan nyata dalam rumah, seakan ada truk berlalu dengan intensitas III MMI.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa ini menimbulkan dampak kerusakan bangunan di beberapa titik, seperti di gedung KONI Sario Manado, Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua Kota Ternate yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
BMKG melaporkan tsunami terpantau di sejumlah wilayah di Sulut dan Maluku Utara (Malut). Berikut ini data terbaru titik tsunami dan ketinggiannya:
1. Halmahera Barat 0,3 meter
2. Gita 0,24 meter
3. Bitung 0,2 meter
4. Kedi 0,15 meter
5. Tagulandang 0,19 meter
6. Sidangoli 0,35 meter
7. Minahasa Utara 0,75 meter
8. Belang 0,68 meter
9. Bumbulan 0,13 meter. (Ka/dtc)