x

Mojtaba Khamenei Dirawat di Qom Iran, Kondisi Tak Sadarkan Diri

2 minutes reading
Tuesday, 7 Apr 2026 18:41 0 70 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Mojtaba Khamenei yang merupakan pemimpin tertinggi Iran dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan sedang menjalani perawatan medis darurat di kota Qom, Iran. Kondisinya memicu keraguan serius tentang siapa sebenarnya yang memimpin negara saat perang berkecamuk melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Seperti dilansir The Times of India, Selasa (7/4/2026), kondisi Mojtaba terungkap dalam memo diplomatik yang dilihat oleh media The Times, dan berdasarkan penilaian intelijen AS dan Israel.

Menurut memo diplomatik tersebut, Mojtaba berada dalam kondisi “parah” dan “tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim” Teheran.

Pemimpin tertinggi Iran yang berusia 56 tahun itu, dalam memo diplomatik tersebut disebut dirawat secara medis di Qom, menandai pertama kalinya lokasi pemimpin tertinggi Iran itu terungkap ke publik.

Laporan itu menambahkan bahwa badan-badan intelijen telah mengetahui keberadaan Mojtaba untuk beberapa waktu, tetapi belum pernah mengungkapkannya ke publik.

Iran telah mengakui bahwa Mojtaba terluka akibat serangan udara AS-Israel yang menewaskan ayahnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, bersama beberapa anggota keluarga dekat Khamenei pada 28 Februari lalu.

Namun, para pejabat Iran bersikeras menyatakan Mojtaba tetap ‘memimpin’ Iran, meskipun dia sama sekali belum muncul ke depan publik sejak perang dimulai. Tidak ada video atau audio terverifikasi tentang dirinya yang dirilis, hanya pernyataan tertulis yang dibacakan oleh televisi pemerintah Iran, dan klip yang dihasilkan AI yang dirilis beberapa hari terakhir.

Kurangnya komunikasi langsung telah memicu spekulasi bahwa pemimpin tertinggi Iran itu mungkin tidak mampu menjalankan tugasnya, dengan kelompok oposisi mengklaim Mojtaba dalam keadaan koma di rumah sakit.

Sejumlah laporan lainnya yang belum terverifikasi menyebutkan dia menderita cedera serius, termasuk patah tulang dan luka di wajah. Kondisinya telah menimbulkan ketidakpastian atas rantai komando di Iran, di mana pemimpin tertinggi memegang otoritas politik dan keagamaan tertinggi.

Situasi ini telah memicu pertanyaan tentang apakah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara efektif memegang kendali, yang berpotensi mengurangi sosok Mojtaba menjadi figur simbolis.

Tampaknya, presiden AS Donald Trump memperkuat persepsi tersebut, dengan mengatakan bahwa dirinya sedang bernegosiasi dengan para pejabat Iran lainnya dan bukan langsung dengan pemimpin tertinggi negara itu. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!