x

Viral Dosen UIN Walisongo Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Gelar Investigasi

3 minutes reading
Thursday, 7 May 2026 17:21 0 131 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Viral di media sosial dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang dosen di UIN Walisongo Semarang. Disebut bahw korban dari aksi bejat dosen itu lebih dari satu mahasiswa.

Kasus itu menjadi sorotan akun Instagram @pesan_uinws mengunggah aduan dari mahasiswa yang mengeluhkan sosok dosen yang disebut meresahkan mahasiswi.

“Ki bapak bergitar kok suwi suwi meresahkan to, tulung ditindaklanjut bolo. Sudah banyak korban yang speak up melalui dm mimin,” tulis akun @pesan_uinws, dikutip Kamis (7/5/2026).

Akun tersebut turut mengunggah pesan teks pelaku yang diduga dosen itu kepada para mahasiswi. Dalam chat melalui WhatsApp, dosen itu meminta mahasiswi memberikan foto vulgar dan melontarkan pertanyaan yang tidak senonoh.

“Pak, Bpknya tolong berhenti “memplorotkan” masa depan bunga2 suci di taman F***. Tolonglah bpk jangan merusak mahasiswi baik2, tolonglah bpk jangan mengajari mereka hal2 jelek,” tulis seorang mahasiswa anonim yang pesannya dimuat di unggahan itu.

“Pukul 03.00 dini hari waktunya bpk tidur bukan waktu bpk meminta foto sexy “memplorotkan” kesucian hati anak2 kemarin sore yang takut tatkala menolak permintaan anda,” sambungnya.

Saat dimintai konfirmasi, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo, Yusuf Aditya Pratama mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dan pengumpulan data terkait dugaan kasus tersebut.

“Secara jelas kita memang belum melakukan rilis kronologinya seperti apa, karena memang kita masih membutuhkan banyak koordinasi,” ujar Yusuf dikutip dari detikJateng.

Hingga kini, kata Yusuf, ia belum mendapatkan data pasti jumlah korban. Namun, ia memastikan korban lebih dari satu orang.

“Dari beberapa informasi yang terkait bisa dipastikan lebih daripada satu. (Lebih dari dua?) Iya sepertinya lebih dari dua,” katanya.

Ia mengungkapkan, DEMA bersama sejumlah pihak di kampus akan membentuk tim investigasi khusus guna menindaklanjuti dugaan pelecehan seksual tersebut. Koordinasi dilakukan dengan Satgas PPKS, tim etik dekanat, hingga pusat studi gender.

“Kami secara tegas tidak memberikan ruang kepada pelaku pelecehan seksual. Kami komitmen menjaga nilai-nilai yang dipegang perguruan tinggi,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pihak kampus juga akan melakukan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi, salah satunya lewat sosialisasi ke fakultas-fakultas.

Sementara itu, Humas UIN Walisongo Semarang, Astri, juga membenarkan dugaan kasus tersebut. Ia mengatakan, kasus itu tengah menjadi perhatian pihak kampus.

“Iya, ini jadi perhatian khusus kami juga,” kata Astri.

Ia mengatakan, saat ini Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo tengah membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan kasus pelecehan seksual tersebut.

“Di sini kan ada pusat studi gender dan anak ya, mereka buat tim investigasi, ya masih proses lah sekarang ini,” imbuhnya. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!