x

MUI Kecam Israel Tangkap Aktivis Kemanusiaan dan Jurnalis Indonesia Saat Konvoi Menuju Gaza

3 minutes reading
Tuesday, 19 May 2026 07:29 0 87 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras tentara Israel yang menangkap ratusan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla dan sejumlah jurnalis Indonesia. Penangkapan tersebut dinilai MUI sebagai tindakan yang memalukan.

“Saya sangat prihatin menerima berita wartawan Republika diculik oleh tentara Israel. Atas nama MUI saya ingin menegaskan bahwa tindakan Israel yang menghalangi langkah kemanusiaan melalui kapal Sumud Flotilla termasuk penculikan wartawan Republika yang ikut serta dalam misi ini adalah tindakan yang memalukan,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Sudarnoto menilai, apa yang dilakukan tentara Israel semakin memperlihatkan mereka takut terhadap gerakan kemanusiaan dan suara internasional yang mendukung perdamaian sejati di Palestina. Dia menegaskan, penangkapan terhadap wartawan maupun aktivis kemanusiaan tidak akan menghentikan dukungan dunia terhadap Palestina, bahkan memperbesar gelombang perlawanan global terhadap kebijakan Israel.

“Penculikan kepada wartawan Republika dan kepada siapapun yang berusaha menembus blokade Israel untuk misi kemanusiaan ini diyakinkan akan memperbesar perlawanan global kepada Israel,” tuturnya.

Sudarnoto menyerukan kepada negara-negara yang membela Palestina agar segera mengambil langkah diplomatik dan hukum terhadap tindakan Israel tersebut. Dia juga mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah konkret dalam melindungi warga negara Indonesia yang ditahan Israel.

“Kepada pemerintah Indonesia saya juga mendorong langkah-langkah terukur untuk melindungi seorang warga negara yang diculik Israel, jangan biarkan ditahan oleh Israel,” katanya.

Dia menilai, pembebasan wartawan Republika harus menjadi perhatian serius negara sebagai bentuk perlindungan negara terhadap warganya. Dia menegaskan, perjuangan membela Palestina tidak boleh berhenti hanya pada pernyataan sikap, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata hingga rakyat Palestina memperoleh kemerdekaan sepenuhnya

Sebagaimana diketahui, ada ditangkap dalam misi Global Sumud Flotilla. Kelima WNI itu ditangkap tentara zionis Israel saat sedang berlayar di laut lepas Mediterania menuju Gaza, Palestina.

Kelima WNI yang ditangkap Israel adalah aktivis Andi Angga di kapal Josef; jurnalis Republika Bambang Noroyono di Kapal Bolarize; lalu 3 WNI di kapal Ozgurluk, yakni jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.

Sementara itu, sampai malam ini masih empat WNI yang kapalnya masih berlayar. Keduanya ialah Asad Aras dan Hendro Prasetyo dengan kapal Kasri Sadabad. Kemudian, di kapal Zefiro, ada Herman Budianto dan Ronggo Wirsanu yang masih berlayar di perairan Mediterania.

Berikut ini daftar 9 nama WNI yang ikut Global Sumud Flotilla:

1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) Kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1

5. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) Kapal Kasr-1

6. Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize

7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk

8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk

9. Rahendro Herubowo (GPCI – iNewsTV) Kapal Ozgurluk.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!