x

Ngeri! Amuk Harimau Sumatera di Gayo Lues, Seorang Petani Singah Mulo Luka Parah Diterkam

3 minutes reading
Tuesday, 19 May 2026 20:39 0 127 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Blangkejeren: Suasana horor menyelimuti masyarakat Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Aceh setelah seekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) mengamuk dan menyerang seorang warga yang tengah beraktivitas di ladang pada Selasa siang (19/5/2026).

Akibatnya, korban yang diketahui bernama Roni, penduduk Dusun Ayu Ara, Desa Singah Mulo, menderita luka parah di bagian wajah dan bahu akibat gigitan dan cakaran kuku sang raja rimba.

Kapolres Gayo Lues melalui Kapolsek Putri Betung Ipda Novrizal menjelaskan, insiden yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB tersebut, bermula ketika pemuda 26 tahun itu tengah beraktivitas seperti biasa di kebun miliknya yang berada tidak jauh dari kawasan hutan.

Suasana yang awalnya hening, mendadak mencekam ketika seekor harimau muncul secara tiba-tiba dan langsung menyerang korban. Dalam kondisi panik dan terluka, korban berusaha menyelamatkan diri sambil berteriak meminta pertolongan.

“Teriakan tersebut didengar oleh seorang saksi bernama Samin (39), warga setempat yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Mendengar suara minta tolong, saksi langsung berlari menuju arah kebun korban,” terangnya.

Begitu tiba di lokasi kejadian, lanjut Novrizal, saksi mendapati Roni dalam kondisi bersimbah darah dengan luka  cukup parah. Saat ditanya mengenai apa yang terjadi, korban yang dalam kondisi lemah dan tertatih-tatih mengaku baru saja diterkam harimau.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut sontak membuat masyarakat sekitar ketakutan, terutama para petani yang sehari-hari beraktivitas di ladang di kawasan yang berbatasan langsung dengan hutan.

Kejadian ini juga kembali menambah kekhawatiran masyarakat terhadap keberadaan Harimau Sumatera yang disebut-sebut kerap berkeliaran di area perkebunan warga di Kecamatan Putri Betung.

Sementara itu, beberapa bulan sebelumnya, satwa dilindungi tersebut juga dilaporkan memangsa sejumlah ternak milik warga, mulai dari kambing, domba hingga anjing di wilayah Desa Meloak Aih Ilang. Kondisi itu membuat warga semakin resah karena kemunculan harimau dinilai semakin sering terjadi dan mulai mendekati permukiman penduduk.

Menindaklanjuti kejadian tersebut,  Kapolsek Putri Betung Ipda Novrizal mengimbau masyarakat agar sementara waktu menghentikan aktivitas di ladang maupun kawasan yang dianggap rawan demi menghindari kejadian serupa.
Imbauan itu disampaikan melalui para penghulu dan perangkat desa dalam forum WhatsApp Grup Forkopimcam Putri Betung agar masyarakat lebih waspada dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas.

Selain itu, pihak kepolisian juga langsung melakukan koordinasi intensif dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui pihak terkait di Aceh Tenggara guna penanganan lebih lanjut terhadap keberadaan harimau yang semakin meresahkan warga.

Mengjadapi situasi ini, masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mencegah terjadinya konflik berkepanjangan antara manusia dan satwa buas ini.

“Apalagi aktivitas masyarakat di wilayah Gayo Lues sebagian besar bergantung pada sektor perkebunan dan pertanian yang berada di kawasan perbatasan hutan,” pungkas Kapolsek. (Ty)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!