x

Video Kondisi Aktivis Flotilla Diunggah Menteri Israel: Berlutut dengan Tangan Terikat

2 minutes reading
Thursday, 21 May 2026 08:34 0 101 Iki

BICARAINDONESIA-Jakarta : Menteri Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan perlakuannya terhadap aktivis Global Sumud Flotilla yang hendak berlayar ke Gaza dan kini ditahan di Israel. Dalam video tersebut, para aktivis terlihat berlutut dengan dahi menyentuh lantai dan tangan terikat.

Dikutip dari Al Jazeera, Kamis (21/5/2026), unggahan Ben-Gvir itu diimbuhkan keterangan ‘Selamat datang di Israel’. Lagu kebangsaan Israel berkumandang saat para aktivis diperlakukan secara tak manusiawi. Terlihat ada aktivis yang memegang paspor mereka di tangannya.

Para Pemimpin Dunia Marah

Kemarahan global mencuat setelah unggahan video Ben-Gvir itu. Beberapa negara disebut memanggil Duta Besar Israel setelah perlakuan Ben-Gvir.

Beberapa negara, termasuk Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada, telah memanggil Duta Besar Israel ke ibukota mereka untuk menyatakan ‘kemarahan’ mereka atas perlakuan Israel terhadap aktivis armada Gaza yang diculik.

“Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka,” kata Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dalam sebuah pernyataan di X.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, juga mengecam tindakan Ben-Gvir sebagai tidak dapat diterima, menyerukan pembebasan warga negara Prancis sesegera mungkin.

Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyebut insiden itu sangat mengkhawatirkan. Dia menambahkan bahwa Ottawa akan memanggil duta besar Israel terkait insiden tersebut.

“Ini adalah masalah yang kami tangani dengan sangat serius. Ini adalah masalah perlakuan manusiawi terhadap warga sipil dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami bertindak dengan sangat mendesak,” katanya.

Belanda juga akan memanggil Duta Besar Israel, karena Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, mengatakan bahwa perlakuan Ben-Gvir terhadap para tahanan melanggar martabat manusia.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, mengatakan bahwa warganya juga termasuk di antara mereka yang diculik oleh pasukan angkatan laut Israel. Ia menyebut tindakan Israel sangat di luar batas.

“Apa dasar hukumnya? Apakah itu perairan teritorial Israel?” tanya Lee.

 

“Apakah itu tanah Israel? Jika terjadi konflik, dapatkah mereka menyita dan menahan kapal negara ketiga?” imbuhnya.

Kementerian Luar Negeri Portugal juga mengecam keras perilaku yang tidak dapat ditoleransi dari Ben-Gvir. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyebut perlakuan terhadap para aktivis itu mengerikan. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Irlandia, Helen McEntee mengatakan dia terkejut dengan rekaman tersebut dan menyerukan pembebasan segera para aktivis.

Total ada 430 aktivis Global Sumud Flotilla yang ditangkap oleh tentara Israel dalam perjalanan misi kemanusiaan ke Gaza. Mereka kini dibawa ke Israel untuk menjalani penahanan.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!