Salah satu kawasan di Aceh yang gelap gulita akibat berulangnya blackout/foto: ist BICARAINDONESIA-Aceh: Pasca Blackout sejak Senin malam (25/5/2026) sekitar pukul 19.12 WIB, Petugas PLN masih berupaya melakukan pemulihan sistem kelistrikan yang padam mulai dari Kabupaten Aceh Tamiang sampai Banda Aceh.
Berdasarkan data yang diedarkan Dispatcher SCC, sejauh ini baru empat Gardu Induk (GI) yang bisa dikendalikan. Diantaranya GI Langsa yang mulai bertegangan kembali pada pukul 19.28 WIB. Kemudian GI Lhokseumawe yang bertegangan kembali pada pukul 19.31 WIB, GI Arun pada pukul 19.35 WIN dan GI Bireun pada pukul 19.38 WIB.
Sedangkan yang lainnya seperti GI Sigli, GU Vanda Aceh, GI Jantho, GI Tlcut, GI Idie, GI Panton Labu, GI Nagan Raya, GI Ulee Kareng, GI Samalanga, GI Meulaboh dan GI Blangpidie yang turut terganggu, kabarnya masih dalam perbaikan dan belum normal.
Sementara, GM PLN UID Aceh Edy Syahputra yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp terkait kembali padam totalnya sistem kelistrikan di Aceh, hingga kini belum merespons
Seperti diketahui, baru dua hari normal, sistem kelistrikan di seluruh wilayah Provinsi Aceh kembali padam total (blackout) pada Senin malam (25/5/2026) sekitar pukul 19.12 WIB.
Menurut informasi, peristiwa tersebut terjadi akibat SUTT 150 kV Pangkalan Brandan – Langsa 1&2 trip hingga mengakibat Subsistem Sumatera Sumut terpisah dengan Sistem Aceh, hingga Island Aceh terbentuk.
Kemudian, pada pukul 19:22 WIB, Island Aceh gagal, Sistem Aceh Padam.
Pemadaman listrik total ini pun membuat masyarakat resah. Apalagi situasi terjadi di saat masyarakat tanah rencong tengah melaksanakan salat Magrib.
“Iya tadi terjadi sekitar setengah jam setelah azan magrib tiba-tiba padam listrik. Gelap gulita disini. Mana saya lagi masak lagi,” ungkap Feby, penduduk Leungbata, Banda Aceh saat dikonfirmasi.
Pemadaman listrik juga terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara.
“Iya bang, padam listrik disini. Mana hujan deras, angin kencang,” keluh Vilda.