Titik gempa Palu berdasarkan rilis yang dikeluarkan BMKG/foto: dok BICARAINDONESIA-Palu: Gempa Magnitudo (M) 6,7 mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap, peristiwa dipicu aktivitas sesar aktif. Namun gempa tersebut dilaporkan tidak berpotensi tsunami.
Pengamat BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Palu, Hendrik, menjelaskan gempa tersebut terjadi akibat pergerakan sesar aktif dengan karakteristik dangkal
“Tidak ada potensi tsunami, karena pusatnya berada di darat,” kata Hendrik.
Ia menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan turun (normal fault).
Hendrik juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Masyarakat jangan panik, dan tidak terjebak isu yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Di tengah situasi tersebut, sempat beredar video viral yang memperlihatkan kondisi air laut di Teluk Palu yang disebut mengalami surut.
Namun BMKG menegaskan fenomena tersebut tidak berkaitan dengan potensi tsunami.
Analisis BMKG
Dikutip dari Lipitan6, berdasarkan hasil analisis, gempa dirasakan dengan intensitas VI–VII MMI di Palu, V–VI MMI di Sigi, serta III MMI di Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, dan Pasangkayu. Getaran juga terasa II–III MMI di Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Gorontalo, hingga Luwu Utara.
BMKG mengonfirmasi episentrum gempa berada di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, tepatnya sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.
Gempa berkedalaman 10 kilometer tersebut dikategorikan sebagai gempa dangkal, namun hasil pemodelan menunjukkan tidak ada potensi tsunami. (Rz/Lip6)