x

Lontarkan Pernyataan Rasis ke Mbappe, Senator Paraguay Dikecam

2 minutes reading
Tuesday, 7 Jul 2026 09:08 0 104 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Penyerang Timnas Prancis Kylian Mbappe mendapat pernyataan rasis dari senator Paraguay Celeste Amarilla usai negaranya menelan kekalahan di Piala Dunia 2026. Pernyataan Amarilla mendapat kritik tajam dan kecaman dari publik Prancis.

Dilansir AFP, Selasa (7/7/2026), Mbappe menyebut seorang senator Paraguay tersebut ‘tercela’ dan ‘tidak layak menduduki jabatannya’ setelah melakukan pelecehan rasis terhadap kapten Prancis tersebut di media sosial. Pernyataan Amarilla itu muncul usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia antara kedua negara pada akhir pekan lalu.

Pada laga itu, Prancis memenangkan laga di Philadelphia, Sabtu (4/7), pertandingan penuh ketegangan yang dimenangkan Prancis 1-0.

“Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak menduduki posisi Anda,” tulis Mbappe di X.

“Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi,” kata Mbappe.

“Karena kurangnya kesadaran dan rasisme Anda yang tak terkendali, seluruh dunia telah melupakan perjalanan tim Anda dan upaya bersejarah di Piala Dunia ini,” tambahnya.

Amarilla melakukan pelecehan rasial terhadap Mbappe dan dalam unggahan lain menyebutnya sebagai “orang Kamerun yang terjajah yang benar-benar berpura-pura menjadi orang Prancis, pahit, kaya baru, arogan, dan jelek, dan menuduhnya ketakutan setengah mati selama pertandingan.”

Komentar tersebut telah memicu reaksi marah di Prancis. Menteri olahraga negara itu, Marina Ferrari, menggambarkannya sebagai “menjijikkan, memalukan, dan semakin tidak dapat diterima karena berasal dari seorang politisi.”

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengutuk serangan rasis yang ditujukan kepada kapten Prancis tersebut.

“Presiden Republik berdiri bersama Kylian Mbappe dan tim Prancis dalam menghadapi serangan rasis yang ditujukan kepada kapten Bleus,” kata Istana Elysee.

Presiden Paraguay telah menulis surat kepada Presiden Prancis untuk mengutuk pernyataan tersebut, begitu pula Kementerian Luar Negeri Paraguay, tambah Elysee. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!