Petugas menggiring Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (tengah) untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta/Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
BICARAINDONESIA-Jakarta: Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina, ternyata menyisakan cerita yang tak bisa dilupakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.
Di malam penuh gegap gempita di seluruh dunia, petaka malah menghampirinya. Lewat operasi senyap, KPK menangkapnya persis setelah Ketua DPW PAN NTB ini usai ikut nonton bareng alias nobar Piala Dunia.
Ternyata, OTT yang menjerat Bupati Lombok Barat berawal saat KPK menyegel dua ruang kerja pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Dua ruang yang disegel itu ialah ruang kerja Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPK), Lalu Ratnawo.
Dilansir dari detikcom, Lalu Ahmad sempat nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat hingga subuh. Beberapa jam kemudian, ruang kerja orang nomor satu di Lombok Barat itu justru disegel KPK.
Tak hanya ruang kerja LAZ, KPK juga menyegel ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Lalu Ratnawo sekitar pukul 07.30 Wita.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat Akhmad Saikhu mengatakan dia baru mengetahui penyegelan setelah tiba di kantor. Menurut dia, sebelumnya ia bersama Bupati LAZ dan sejumlah pejabat masih mengikuti nonton bareng Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di partai final.
“Saya mungkin dalam konteks ini tidak akan menjelaskan lebih jauh. Karena tadi pagi kan kita nonton (final Piala Dunia) bareng (Bupati) sampai pagi kita di lapangan, terus setelah itu udah selesai bola pulang kita,” ujarnya.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcayanto kemudian membenarkan adanya OTT di Lombok Barat. Lalu Ahmad menjadi salah satu pihak yang diamankan.
“Benar,” kata Fitroh.
KPK juga memastikan, usai diamankan, Bupati Lombok Barat langsung diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut
Sementara itu, dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), total 19 orang yang diamankan, termasuk Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.
“KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup yang kemudian terjadi peristiwa tangkap tangan di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Di mana dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan tersebut tim mengamankan sejumlah 19 orang,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026). (Rz/dtc)
