x

Viral Video Gadis Cilik di Bali Tangisi Jenazah Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Karena Curi Ayam 

3 minutes reading
Sunday, 26 Jul 2026 14:12 0 115 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Bali: Sejak kemarin media sosial tanah air dihebohkan dengan unggahan peristiwa tewasnya seorang pria paruh baya berinisial KD, yang tewas dikeroyok warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali,

Penganiayaan massal yang dialaminya terjadi usai tepergok diduga mencuri ayam aduan.

Peristiwa tersebut sangat kontras jika dikaitkan dengan penangkapan sejumlah koruptor di tanah air yang justru diperlakukan lebih baik.

Namun di sisi lain, hal miris yang menjadi sorotan dari tewasnya pencuri ayam itu, adalah momen salah satu anak KD menangisi jasad ayahnya saat tiba di rumah duka.

Dalam video yang viral tersebut, tampak gadis cilik itu histeris sambil dipegangi sejumlah wanita dewasa yang diduga kerabat keluarganya, sambil terus memanggil ayahnya yang sudah tak bernyawa.

Perbekel Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama, menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. KD meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, dua di antaranya masih bersekolah, salah satunya masih duduk di kelas 1 SD.

“Anaknya ada tiga. Yang paling besar sudah menikah, yang nomor dua baru kelas 1 SMA, dan yang paling kecil masih kelas 1 SD. Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih,” ungkapnya.

Sutama juga menyebut keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

Sutama menyayangkan peristiwa yang menewaskan salah seorang warganya. Menurutnya, apa pun dugaan pelanggaran yang dilakukan seseorang, penyelesaiannya semestinya ditempuh melalui jalur hukum.

“Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam,” kata Sutama.

KemenHAM Kecam dan Dorong Proses Hukum

Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengecam pengeroyokan terhadap pencuri ayam inisial KD hingga tewas di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. KemenHAM menilai tindakan main hakim bisa menimbulkan trauma mendalam bagi keluarga, khususnya anak pencuri.

“Kami turut berdukacita atas peristiwa ini,” kata Koordinator KemenHAM Wilayah Kerja Bali, Anak Agung Gede Ngurah Dalem, dilansir detikBali, Minggu (26/7/2026).

Dalem menyebut setiap warga negara berhak memperoleh perlindungan hukum. Oleh karena itu, segala bentuk tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan. Seseorang yang diduga lakukan tindak pidana, harus diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai aturan.

Dalem mendorong agar anak dan keluarga KD memperoleh pendampingan serta perlindungan, baik dari aspek psikologis maupun pemenuhan hak-haknya. Mereka diharapkan mendapatkan perhatian dan perlindungan secara optimal dari negara.

“Di sisi lain, kami juga mendorong agar proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi semua pihak,” ujar Dalem. (Ty/detikcom)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!