x

Anak Terduga Maling Ayam di Bali Ditawarkan Masuk Sekolah Rakyat

2 minutes reading
Tuesday, 28 Jul 2026 10:55 0 82 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan asesmen terhadap keluarga pria di Tabanan, Bali berinisial KD yang meninggal dikeroyok usai mencuri ayam. Gus Ipul mengatakan pihaknya menawarkan dua anak KD untuk masuk Sekolah Rakyat.

Keluarga KD, kata Gus Ipul, masuk dalam kriteria keluarga kurang mampu. Hal itu membuat istri dan anak KD layak mendapat bantuan.

“Tentu kita lakukan asesmen, kemarin atau hari ini sudah ada tim Kemensos yang ke sana, tentu dengan mempertimbangkan suasana masih berduka. Tetapi ada anaknya ini SD sama SMA yang Insyaallah kita akan coba kalau berkenan ya kita akan tawarkan sekolah di Sekolah Rakyat. Karena kriterianya memenuhi setelah dilihat kondisi keluarganya,” ujar Gus Ipul dikutip dari detikcom, Selasa (28/7/2026).

Tak hanya bantuan pendidikan, Kemensos juga akan memberi pendampingan psikososial terhadap anak KD yang sempat menangis histeris saat melihat jasad ayahnya dibopong. Dia menyebut tim Kemensos dan psikolog sudah menyambangi kediaman KD.

“Kita akan membantu memberikan dukungan psikososial. Jadi ada tim yang dikirim, psikolog juga kita udah dikirim ke sana, terus udah mulai dialog sama ibunya, sama anaknya tapi tentu belum bisa bicara banyak ya karena masih keadaan berduka jadi belum bisa bicara panjang. Tapi sudah ada tim Kemensos ke sana sudah ketemu,” ungkap Gus Ipul.

Dia mengatakan bahwa keluarga KD berdasarkan data sementara yang diterima masuk dalam kategori desil 2, yang artinya masyarakat miskin. Kemensos, kata Gus Ipul, masih akan melakukan pemutakhiran bersama Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menentukan secara pasti apakah keluarga KD masuk kategori sangat miskin atau miskin.

“Ketiga, tentu kita akan tindaklanjuti dengan bantuan-bantuan yang ada, bansos apakah pemberdayaan untuk orang tuanya. Secara data dia di desil 2 baru hasil mutakhir, ini mau kita cek lagi, baru selesai laporannya belum kita terima resmi. Dari hasil asesmen yang dilakukan hari ini, dia berada di desil 2. Untuk itu kita lagi melakukan pemutakhiran dulu dengan BPS apakah mereka sebenarnya di desil 2 atau 1 kita mutakhirkan sekaligus kita cek ulang,” ujarnya.

Berdasarkan data Kemensos, keluarga KD telah mendapat bansos sembako sejak Januari 2024. Kemudian terdata sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional PB-JKN sejak Maret 2025.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 5 warga yang mengeroyok KD sebagai tersangka. Kelima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!