x

Jatuh dari Lantai 3 Gedung Hoegeng, Polisi Masih Selidiki Kematian Carpratar di Akpol Semarang 

2 minutes reading
Saturday, 1 Aug 2026 10:39 0 114 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Semarang: Nasib tragis dialami seorang Calon Perwira Taruna (Capratar) Akademi Kepolisian (Akpol) berinisial AMM yang tewas secara tragis setelah dilaporkan bunuh diri dengan cara loncat dari lantai 3 Gedung Werving Hoegeng, kompleks Akpol, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis malam (30/7/2026).

Menurut informasi, remaja berusia 19 tahun itu merupakan taruna dengan asal pengiriman Provinsi Papua Barat Daya.

“Loncat dari lantai 3 Gedung Werving (Hoegeng), kejadian tadi malam saat apel malam,” ujar sumber di lapangan yang enggan disebut identitasnya, Jumat (31/7/2026).

“Korban seorang laki-laki. Begitu loncat dari lantai 3, sontak membuat panik. Dia dilarikan ke RS Bhayangkara Akpol yang jaraknya tak terlalu jauh,”lanjutnya.

Nahas, nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia. “Saat ini jenazah masih berada di RS Bhayangkara Akpola,” tambah sumber tersebut.

Sementara itu, hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian Cabhatar tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Yuliyanto. Ia mengatakan, Cabhatar tersebut ditemukan terluka, Kamis malam (30/7/2026) pukul 19.30 WIB.

“Kami sedang melakukan penyelidikan tentu saja dengan menggali keterangan teman-temannya yang menemukan, yang tahu sebelumnya, yang berinteraksi dengan korban sebelumnya,” kata Yuliyanto di Mapolda Jateng, Semarang Jumat (31/7/2026).

“Dugaan penyebabnya belum ada. Kita belum tahu yang bersangkutan kenapa bisa ditemukan dalam kondisi jatuh. (Terjatuh di mana?) Di area outdoor. (Dari lantai berapa?) Belum bisa dipastikan,” lanjutnya

Usai ditemukan dalam kondisi luka di area Akpol, Kecamatan Gajahmungkur, korban langsung dilarikan ke RS Akpol.

“Kemudian dibawa ke rumah sakit Akpol untuk dilakukan penanganan secara medis. Namun yang bersangkutan tidak bisa tertolong dan kemudian dinyatakan meninggal dunia,” ucapnya.

Selanjutnya, kata dia, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jateng untuk dilakukan pemulasaran sebelum dipulangkan kepada keluarganya di Makassar, untuk dimakamkan.

“Kemudian kami sampaikan, keluarga korban menerima hal ini sebagai musibah yang tentu saja mudah-mudahan tidak merepotkan siapapun,” tuturnya.

Ia mengatakan, korban merupakan Cabhatar Akpol yang baru memulai pendidikan. Rencananya, korban akan mengikuti latihan integrasi di Magelang.

“Korban ini sebenarnya dalam rangka persiapan untuk melaksanakan latihan integrasi yang ada di Magelang. Baru mau dilatih atau baru mau pendidikan integrasi. (Siswa baru?) Iya, baru,” jelasnya.

“Jadi, mereka baru dibuka pendidikan minggu ini di Akpol. Kemudian setelah ini mereka akan bergabung dengan teman-temannya Taruna TNI yang ada di Magelang,” lanjutnya.

Kabag Humas Akpol, Kombes Slamet Loesiono juga membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kasus tersebut ditangani Polrestabes Semarang.

“Alhamdulillah. Sudah ditangani dari Polrestabes Semarang. (Penyebabnya kenapa?) Belum dapat tembusan dari Polrestabes hasil penyelidikannya,” kata Slamet melalui pesan singkat. (Rz/detikcom)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!