x

Pulau Jawa Zona Merah! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis 

3 minutes reading
Tuesday, 4 Aug 2026 17:26 0 98 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peta iklim di seluruh wilayah tanah air, termasuk merilis peringatan dini kekeringan meteorologis untuk periode Dasarian I Agustus (1-10 Agustus 2026).

Hasilnya, berbagai wilayah di pulau Jawa masuk zona merah atau dalam kategori awas.

Untuk diketahui, kekeringan meteorologis adalah kondisi di mana anomali cuaca dan iklim yang mengakibatkan kurangnya curah hujan pada periode tertentu. Kondisi ini ditandai dengan penurunan curah hujan, peningkatan suhu, dan peningkatan evapotranspirasi (gabungan proses penguapan air ke udara).

BMKG menyebut saat ini sudah sekitar 74% wilayah RI memasuki musim kemarau. Musim kemarau di Indonesia 2026 akan semakin parah dengan fenomena El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal tahun 2027.

Sebelumnya BMKG juga telah mengumumkan puncak musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung pada Juli-September 2026. Tidak serentak, ada beberapa daerah yang sudah mengalami puncak musim kemarau, ada juga yang belum.

“Bagi masyarakat yang wilayahnya sudah mengalami musim kemarau agar menghemat air dan menggunakan dengan bijak, tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari jika memungkinkan, dan selalu pantau informasi cuaca dan iklim melalui Instagram InfoBMKG,” kata BMKG dalam unggahan resminya, dikutip Selasa (4/8/2026).

Peringatan Dini Kekeringan Meteorologi

BMKG mengklasifikasikan peringatan dini kekeringan meteorologi menjadi tiga kategori. Kategori pertama disebut dengan “waspada” dengan warna kuning yang artinya curah hujan di daerah tersebut sudah berkurang hingga di bawah normal.

Selanjutnya ada klasifikasi “siaga” dengan warna oranye, berarti kekeringan di wilayah tersebut sudah menyebabkan cadangan air tanah menurun. Terakhir, klasifikasi awas dengan tanda merah, di mana wilayah tersebut sudah lama tidak diguyur hujan dan terancam kekeringan parah.

Adapun rincian data peringan dini kekeringan meteorologis menurut BMKG, yaitu:

Waspada
Beberapa kabupaten/kota di:

Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Banten
Jakarta
Jawa Tengah
Jawa Timur
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua Barat Daya

Siaga

Kategori siaga terjadi di beberapa kabupaten/kota di:

Bangka Belitung
Lampung
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara

Awas

Masuk dalam klasifikasi dengan peringatan warna merah, kategori ini terjadi pada beberapa kabupaten/kota di:

Jawa Barat
Yogyakarta
Jawa Tengah
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur

Hujan Masih Melanda Beberapa Daerah 

Di tengah dominasi kondisi kering, BMKG menemukan potensi hujan lebat lokal masih terjadi. Kondisi ini disebabkan karena aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial serta anomali OLR (outgoing longwave radiation) negatif.

Gelombang Rossby Ekuatorial terpantau melintasi sebagaian Sumatera dan perairan sekitarnya. Fenomena atmosfer ini mampu mendukung pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, terdapat sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu yang berpotensi membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah tersebut. Akibatnya, peluang terjadinya hujan bisa meningkat.

Dalam prediksi 4-10 Agustus 2026, beberapa daerah yang masih diguyur hujan, yakni:

4-7 Agustus 2026
Waspada (Hujan Sedang-Lebat)
Aceh
Sumatera Utara
Jawa Barat
Kalimantan Utara
Papua Tengah
Papua Pegunungan
Papua

8-10 Agustus 2026
Waspada (Hujan Sedang-Lebat)
Aceh
Papua Tengah
Papua Pegunungan
Papua Selatan.

(Rz/detikcom)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!