Foto: Ilustrasi BICARAINDONESIA-Jakarta : Pemerintah Malaysia akan memperketat keamanan di bandara dengan mengerahkan personel kepolisian. Hal itu dilakukan buntut penangkapan seorang pilot asal Malaysia yang menyelundupkan narkoba ke Indonesia.
Juru bicara pemerintah Malaysia, Fahmi Fadzil mengatakan, langkah-langkah perbaikan itu disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri (KDN) dan Kementerian Transportasi (MOT) dalam rapat kabinet hari ini.
“Kabinet telah diberi informasi oleh KDN dan MOT bahwa beberapa perbaikan segera perlu dilaksanakan. Pertama, unit Keamanan Penerbangan (AVSEC) harus diisi oleh personel Kepolisian Kerajaan Malaysia,” ujat Fahmi dalam konferensi pers, dilansir kantor berita BERNAMA, Kamis (6/8/2026).
“Saat ini, unit tersebut dikelola oleh personel polisi tambahan (auxiliary police),” sambungnya.
Fahmi juga mengatakan bahwa Malaysia Aviation Group (MAG) akan diminta untuk meninjau kembali protokol pemeriksaan latar belakang dan penilaian kesehatan bagi pilot dan kopilot menyusul beberapa insiden yang telah terjadi.
Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM) dan Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS), kata Fahmi, juga telah diinstruksikan untuk memeriksa kelemahan atau celah dalam sistem keamanan yang berpotensi dimanfaatkan, sehingga langkah-langkah perbaikan dapat segera diterapkan.
Mengenai kemungkinan pembentukan tim investigasi khusus untuk menyelidiki kasus ini, Fahmi mengatakan pemerintah akan mempelajari laporan lengkapnya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
“Saat ini, kami baru menerima penjelasan lisan dari Menteri Transportasi dan Menteri Dalam Negeri. Karena kasus di Indonesia masih berjalan, kami memerlukan waktu untuk mempelajari laporan lengkapnya,” tutur Fahmi.
“Kami akan memeriksanya dan mempertimbangkan langkah-langkah tindak lanjut. Kami perlu mengetahui siapa lagi yang mungkin terlibat. Pihak yang bertanggung jawab harus dihadapkan pada proses hukum, dan kami perlu mengambil langkah-langkah komprehensif untuk memastikan celah-celah ini segera ditutup,” lanjut dia.
Seperti diketahui, seorang pilot Malaysia ditangkap oleh otoritas Indonesia di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta atas dugaan percobaan penyelundupan 26 kilogram narkoba. (Ka/dtc)