x

Tewaskan 7 Personel, Bentrokan di Kapal Induk AS Dipicu Keluhan Para Awak

2 minutes reading
Wednesday, 12 Aug 2026 18:04 0 88 Iki

BICARAINDONESIA-Jakarta : Insiden bentrokan dilaporkan terjadi di atas kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di tengah eskalasi konflik antara AS dan Iran. Media Iran melaporkan bahwa tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dan beberapa lainnya terluka dalam pertempuran tersebut.

‎Bentrokan tersebut dinilai mencerminkan semakin meningkatnya keresahan di kalangan awak kapal dan tekanan yang kian memuncak di dalam internal militer AS akibat masa pengerahan yang berkepanjangan.

‎Laporan soal bentrokan sengit di kapal induk AS itu, seperti dilansir Press TV, Rabu (12/6/2026), disampaikan oleh Kantor Berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya.

‎Awal mula kejadian

‎Menurut laporan Tasnim, insiden tersebut bermula ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke USS Abraham Lincoln. Dia bermaksud menanggapi keluhan-keluhan yang semakin meningkat dari para awak kapal induk tersebut.

‎Keluhan ini muncul menyusul protes yang disampaikan pihak keluarga para tentara AS terkait lamanya masa penugasan kapal induk tersebut.

‎Penasihat CENTCOM itu disambut cemoohan dan lemparan botol air saat berbicara di hadapan para personel Angkatan Laut AS yang berkumpul.

‎”Penasihat tersebut disoraki dan dilempari botol air saat berbicara di depan sekelompok personel,” kata sumber militer seperti dilaporkan Tasnim.

‎Situasi kemudian dengan cepat berubah menjadi bentrokan fisik yang ganas.

‎”Konfrontasi kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka,” ujar sumber tersebut.

‎Situasi di kapal induk Amerika Serikat dilaporkan masih tegang dan belum pasti. Pihak militer AS dan Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait laporan dari media Iran tersebut.

USS Abraham Lincoln telah menjalani pengerahan selama 263 hari. Saat ini, kapal induk AS ini sedang beroperasi di Samudra Hindia, dengan misi utama menegakkan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!