Situasi di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang/foto: istimewa BICARAINDONESIA-Deliserang: Erupsi Sinabung disertai semburan abu vulkanik di Kabupaten Karo, Sumatera Utara terus berdampak luas, termasuk bagi Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deliserdang.
PT Angkasa Pura Aviasi dalam rilis terbarunya kembali meng-update, bahwa dampak dari letusan gunung setinggi 2640 mdpl itu, tercatat ada 55 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu dibatalkan, 6 penerbangan waktu penyesuaian atau retime dan 11 penerbangandelay.
Demikian disampaikan Manager Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, dalam keterangan persnya yang diterima wartawan Selasa malam (1/9/2026).
“Berdasarkan update data sementara yang kami terima pukul 16.00 WIB, 1 September 2026, dampak abu vulkanik menyebabkan 55 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu dibatalkan, sementara 6 penerbangan mengalami penyesuaian waktu atau retime, dan 11 penerbangan yang tertunda,” ungkap Hikmat.
Kata Hikmat, data tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah menyesuaikan kondisi sebaran abu vulkanik serta keputusan operasional masing-masing maskapai dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Hikmat menjelaskan PT Angkasa Pura Aviasi terus melakukan koordinasi intensif dengan maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, Otoritas Bandara, serta seluruh pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan setiap perkembangan operasional dapat diinformasikan dan ditindaklanjuti dengan cepat.

Status gunung api Sinabung yang kini naik ke Level III (Siaga) pasca erupsi kemarin/foto: istimewa
“Dari sisi pelayanan, kami terus mendorong kualitas informasi penerbangan secara berkala kepada pengguna jasa serta mengimbau secara calon penumpang untuk memastikan kembali status penerbangannya melalui saluran resmi maskapai sebelum menuju bandara,” kata Hikmat.
Dia juga mengatakan, pihaknya sangatvmemahami bahwa perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Sehingga ia menyampaikan permohonan maaf kepada calon penumpang pesawat di Bandara Kualanamu.
“Oleh karena itu, koordinasi dan pelayanan kepada pengguna jasa terus kami optimalkan, dengan tetap menempatkan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama,” ucap Hikmat.
Lebih jauh Hikmat menjelaskan, berdasarkan NOTAM A3254/26 yang diterbitkan AirNav Indonesia, Bandara Internasional Kualanamu telah dinyatakan Aerodrome Resumed Normal Operation atau operasional bandara yang sebelumnya sempat ditutup sementara sejak pukul 10.50 WIB, juga dinyatakan telah kembali normal mulai pukul 07.07 UTC, Selasa siang (1/9/2026) pukul 14.07 WIB.
Dengan demikian, kata Hikmat, bahwa operasional Bandara Kualanamu saat ini tidak lagi dalam status penutupan/tahan bandara.
“Namun perlu kami sampaikan bahwa status penerbangan masing-masing maskapai masih dapat mengalami penyesuaian, baik berupa retime, delay maupun pembatalan, sesuai pertimbangan operasional dan keselamatan masing-masing maskapai serta perkembangan kondisi abu vulkanik, jelas Hikmat.
Selain itu, PT Angkasa Pura Aviasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan kondisi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap keputusan operasional penerbangan tetap mengacu pada aspek keselamatan dan keamanan.
Hikmat kembali menegaskan bahwa keselamatan pengguna jasa penerbangan dan seluruh aktivitas penerbangan menjadi prioritas utama perusahaan di tengah kondisi saat ini.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama kami. Bersama seluruh pemangku kepentingan dan pemangku kepentingan terkait, kami terus melakukan koordinasi serta menjaga perkembangan kondisi terkini. Penyesuaian operasional akan dilakukan sesuai kebutuhan dengan tetap mengacu pada aspek keselamatan penerbangan,” tandasnya.
Seperti diketahui, Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo kembali menunjukkan aktivitas letusan dengan mengeluarkan abu hitam, ketinggian mencapai 3.5000 meter di atas puncak gunung api tersebut, pada Senin (31/8/2026) pukul sekitar 10.17 WIB kemarin. Bahkan Badan Geologi melalui PVMBG mencatat erupsi terjadi secara terus menerus hingga Senin malam. (Ty/Viva)
