x

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Bandara Soetta Tutup Sementara!

3 minutes reading
Sunday, 6 Sep 2026 08:42 0 309 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Jakarta: Gunung Anak Krakatau terus menunjukkan aktivitasnya. Kementerian ESDM melalui Badan Geologi melaporkan kembali terjadi erupsi pada pukul 03.53 WIB dan terekam selama 30 detik.

“Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 03:53 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi 30 detik,” demikian keterangan Badan Geologi di akun X-nya, Minggu (6/9/2026).

Bahkan situs Magma Kementerian ESDM menyebutkan erupsi masih berlangsung. Namun tinggi kolom abu tidak teramati.

“Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” demikian keterangan situs Magma Kementerian ESDM.

Atas situasi tersebut, Badan Geologi meminta warga menjauhi radius 3 km dari kawah.

“Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” jelasnya.

Sebaran Abu Anak Krakatau
BMKG sebelumnya mengungkap sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. BMKG menyebut abu sampai ke wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta.

BMKG memaparkan data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB. BMKG menyebut dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.

“Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifkasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” demikian penjelasan BMKG dalam situsnya.

Klaster pertama yakni ke arah Jakarta, Banten dan Jawa barat. Sebaran abu mencapai ketinggian 20 ribu kaki.

“Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah Timur Laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati ke arah barat daya-barat laut. Wilayah ini mencakup sebagian Lampung hingga Lampung.

“Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten,” jelasnya.

Sementara itu, dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta resmi menutup seluruh aktivitas bandara termasuk membatalkan sejumlah penerbangan.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports dalam mengimbau kepada calon penumpang pesawat untuk memperhatikan informasi jadwal penerbangan terbaru dari maskapai menyusul penutupan sementara (Aerodrome Closed) Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 01.30 – 05.30 WIB berdasarkan NOTAM A3341/26, sebagai tindak lanjut hasil paper tes yang menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta.

“Total terdapat 33 penerbangan terdampak di Bandara Soekarno-Hatta. Di rute internasional terdapat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali. Sementara pada rute domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 dialihkan ke bandara lain,” demikian penjelasan Corporate Secretary Group Head InJouney Airports Arie Ahsanurrohim dalam rilis yang diterima redaksi Bicaraindonesia, Minggu (6/9/2026).

Dijelaskan Arie, status Aerodrome Closed karena indikasi sebaran abu vulkanik saat ini juga ditetapkan di Bandara Radin Inten II Lampung pada pukul 07.00 – 08.00 WIB. “Terdapat 3 penerbangan domestik rute dari dan ke Jakarta terdampak sejalan dengan status ini,” imbuhnya.

Menyusul kondisi terkini, lanjutnya, InJourney Airports sudah mengaktifkan prosedur penanganan penumpang terdampak melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta.

Termasuk dalam SRA ini adalah penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang pesawat terdampak, bus untuk mengantar penumpang terdampak menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan, dan penyiapan beberapa area khusus di terminal bagi penumpang terdampak.

“Di bandara-bandara lainnya SRA juga akan dijalankan bagi penumpang yang terdampak efek berantai dari status Aerodrome Closed di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung,” pungkasnya. (Ty/dtc)

 

LAINNYA
x
error: Content is protected !!