x

Rilis Terbaru BMKG, Jakarta Tak Lagi Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

2 minutes reading
Monday, 7 Sep 2026 17:44 0 133 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tak mencatumkan lagi Jakarta sebagai daerah yang terdampak arah sebaran abu vulkanik. Demikian laporan perkembangan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. 

Berdasarkan citra satelit Himawari-9 pada Senin (7/9/2026) hingga pukul 15.00 WIB, teridentifikasi klaster sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Abu vulkanik diperkirakan semakin menyebar ke arah barat daya,” ujar BMKG dalam keterangan tertulis.

Abu vulkanik disebut terpantau bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau dan terdeteksi pada dua lapisan ketinggian dengan arah sebaran berbeda. Berikut sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau:

Sebaran 1: Lapisan Rendah (permukaan-15.000 ft/4,57 km)

Bergerak ke arah barat daya-barat laut. Mencakup Banten bagian barat, Lampung, Bengkulu, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Pada ketinggian ini, sebaran abu berpotensi mempengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak.

Sebaran 2: Lapisan Tinggi (permukaan-50.000 ft/15,24 km)

Bergerak ke arah barat daya-barat. Mencakup Samudra Hindia di sebelah barat-barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten menjauhi wilayah Indonesia.

Pada ketinggian ini, sebaran abu terutama berdampak pada penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat udara.

Sebelumnya, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan sebaran abu Anak Krakatau dipengahui angin. Berdasarkan data pada 6 September 2026 pukul 16.00 WIB, angin di sekitar Gunung Anak Krakatau mengarah ke tenggara-selatan di lapisan bawah, barat laut-utara di lapisan menengah, dan utara-timur laut di lapisan atas. Salah satu wilayah terdampak abu vulkanik tersebut adalah Jakarta dan daerah lain di sekitarnya. (Rz/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!