x

Hari ke-4 Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang, Tim SAR Berusaha Masuki Pulau Sertung

2 minutes reading
Friday, 11 Sep 2026 13:34 0 105 Iki

BICARAINDONESIA-Jakarta : Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

‎Hari ini, operasi pencarian akan difokuskan pada penyisiran area Pulau Panjang dan Pulau Sertung.

‎”Operasi pencarian yang sudah memasuki hari keempat terhadap speedboat yang mengalami hilang kontak di sekitaran perairan Gunung Anak Krakatau,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, Jum’at (11/9/2026).

‎Dalam proses pencarian hari ini, tim dibagi menjadi empat sektor. Tim SAR bakal berupaya menyisir pulau-pulau yang ada di area Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Sertung.

‎”Akan melakukan penyisiran di pesisir secara keseluruhan di Krakatau, Pulau Panjang, serta di Pulau Sertung,” kata Al Amrad.

‎Lebih lanjut, Al Amrad mengatakan, berdasarkan laporan BMKG, cuaca di Perairan Selat Sunda saat ini cerah berawan. Kondisi tersebut bisa mempermudah tim SAR dalam upaya pencarian.

‎”Berdasarkan data BMKG yang kami dapat cuaca cerah berawan, mudah-mudahan sampai sore cerah berawan, karena itu sangat mengganggu visibility apabila ada perubahan,” ucapnya.

‎Sebelumnya, Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat sudah sempat turun ke pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau untuk mencari lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi di Pulau Sertung. Namun, pencarian tim SAR belum bisa masuk langsung ke Pulau Sertung karena wilayah itu masih daerah rawan.

‎Antara, Jumat (11/9/2026), melansir bahwa Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, Pulau Sertung menjadi daerah rawan untuk didatangi karena memasuki radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

‎”Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km, ya. Sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya agar kita bisa masuk ke situ, menunggu dari data BMKG, data BNPB,” kata Amrad.

‎Dia menyebut Basarnas juga telah memperluas pencarian menggunakan drone di Pulau Sangiang menggunakan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka, tetapi belum menunjukkan hasil maksimal karena wilayah masih tertutup asap. (ki/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!