x

Korban TPPO, Wanita Asal Medan Dipaksa Jadi Operator Judol di Madagaskar

2 minutes reading
Wednesday, 30 Sep 2026 23:43 0 82 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Medan:  Wulamsari, warga Jalan Young Panah Hijau, Kota Medan, diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) usai tertipu tawaran pekerjaan ke luar negeri. Awalnya, wanita 27 tahun itu dijanjikan akan diperkerjakan di Malaysia. Alih-alih bekerja di negeri Jiran, ia justru dibawa ke Madagaskar jadi operator judi online.

Abang Wulamsari, Julianto menyebut mulanya adiknya ditawari pekerjaan ke Malaysia oleh kenalannya di Facebook. Lantaran diiming-iming gaji besar, Wulam pun berangkat pada April 2026.

Terlebih sejak berpisah dengan suami, praktis Wulam tak punya penghasilan untuk menghidupi anaknya. Sehingga dia menerima tawaran bekerja ke luar negeri.

“Alasannya karena faktor ekonomi. Dia kan telah berpisah dengan suaminya. Jadi, dia lah tulang punggung. Dia ke Malaysia dengan harapan untuk menghidupi anaknya,” kata Julianto saat diwawancarai, Rabu (30/9/2026).

Namun, rencana tersebut tidak berjalan seperti yang diketahui keluarga. Wulam yang harusnya bekerja di Malaysia justru dibawa ke Madagaskar.

Setibanya di Madagaskar, Wulam mengabari keluarganya dan menceritakan bahwa dirinya telah ditipu. Nahasnya, korban ternyata dijadikan operator judi online.

Komunikasi Wulam dengan keluarga sempat terputus. Keluarga baru mendapat kembali kabar Wulam dalam dua pekan terakhir.

Dalam percakapannya, Wulam meminta keluarga mencari pertolongan agar dapat dipulangkan ke Tanah Air. Julianto mengatakan adiknya sempat mengalami perlakuan buruk selama di sana.

“Jadi, dia nggak tahu apa-apa. Di situlah dia menangis, minta tolong, bahwasanya dia di sana dianiaya,” kata Julianto.

Keluarga kemudian berupaya mencari bantuan. Pihak keluarga, jelas Julianto, telah melapor ke pihak kelurahan, kemudian minta bantuan ke berbagai pihak.

Mengetahui keadaan Wulan, membuat kondisi kesehatan sang ibu menurun. Ibunya khawatir akan keselamatan Wulam di Madagaskar.
“Ibu saya pun keadaannya sakit terus karena memikirkan anaknya,” ucap Julianto.

Pihak keluarga awalnya tidak mengetahui bahwa Wulam berangkat secara ilegal atau nonprosedural. Hal itu baru diketahui usai mendapat kabar tempat kerja Wulam dirazia dan adiknya ditangkap.

Bos tempat adiknya bekerja juga kabur membawa paspor Wulam. Kini, keluarga hanya berhadap Wulan dapat segera kembali ke rumah.

Pihak keluarga juga berharap Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dapat membantu proses kepulangan Wulan.

“Mudah-mudahan dengan ini pulanglah adik saya. Harapan saya kepada pemerintah, tolong adik saya dan dipulangkan segera,” pungkasnya. (Rz/dtc)

LAINNYA
x