Enam aktivis Greenpeace diamankan usai pasang spanduk di Bundaran HI / Foto: Tangkapan layar dari Instagram @storyrakyat_ BICARAINDONESIA-Jakarta : Enam aktivis Greenpeace Indonesia diamankan pihak kepolisian. Mereka diamankan usai membentangkan spanduk di atas Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026).
Enam aktivis tersebut terdiri atas dua perempuan dan empat laki-laki yang membentangkan spanduk raksasa dengan pesan protes pada pukul 06.05-06.15 WIB.
Tim pendamping aktivis Greenpeace dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alif Fauzi, mengatakan, para aktivis tersebut masih berada di Mapolda Meteo Jaya untuk menjalani proses hukum lanjutan.
“Enam orang masih menunggu tindak lanjut dari Korwas Penyidik Reskrimsus dengan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil),” ujar Alif.
Sebelumnya, sebanyak 11 aktivis ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya setelah melakukan aksi pembentangan spanduk di Monumen Patung Selamat Datang. Dari 11 aktivis itu, lima orang telah dibebaskan.
“Lima orang tersebut merupakan tim penyelamat dan awak pers,” kata Alif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung sebelumnya mengatakan, polisi akan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV serta meminta keterangan personel yang berjaga untuk menelusuri cara enam aktivis Greenpeace memanjat monumen tersebut.
“Kita akan cek CCTV dan anggota yang jaga,” ujar Reynold di Jakarta.
Menurut Reynold, keberadaan air mancur di sekitar Bundaran HI menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dapat menghalangi pandangan petugas ke arah monumen.
Sebelumnya, sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Monumen Selamat Datang dan membentangkan spanduk berukuran besar berlatar kuning dari bagian atas monumen hingga area kolam. Spanduk tersebut memuat pesan mengenai dampak bencana, biaya hidup, serta seruan penanganan krisis iklim.
Pernyataan Gubernur
Terkait aksi Greenpeace Indonesia ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal. Pramono mengatakan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.
“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum,” kata Pramono kepada awak media.
Diketahui, spanduk yang dipasang oleh aktivis Greenpeace Indonesia itu telah diturunkan oleh petugas kepolisian bersama pemadam kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB.
Aksi tersebut bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pada hari yang sama, mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil juga dijadwalkan menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Aksi yang melibatkan BEM Universitas Indonesia, BEM Seluruh Indonesia, serta kelompok yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) di kawasan Tugu Tani, Jakpus, dengan tuntutan mengenai krisis lingkungan, korupsi, kebebasan berpendapat, dan mahalnya biaya layanan publik.
Selain di Jakarta, aksi mahasiswa juga serentak berlangsung di sejumlah kota termasuk di Yogyakarta dan Makassar. (Ka/CNN)