Konferensi pers BNPB/ dok.YouTube BNPB BICARAINDONESIA-Jakarta : BNPB melaporkan peningkatan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel). Peningkatan disebut lebih dari 50%.
”Kenaikan titik api di wilayah Kalimantan Tengah meningkat 50% menjadi 425 titik api dari hari kemarin, jumlah lahan yang dalam penanganan mengalami kenaikan menjadi 664 hektare. Di Sumatera Selatan terdapat 60 titik api yang naik sekitar 186%. Sedangkan jumlah lahan ditangani saat ini yakni 105 hektare atau naik 66%,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Rabu (4/11/2026).
Sementara itu, titik api di Papua Selatan turun menjadi 120 dengan luas lahan yang sedang ditangani adalah 203 hektare atau turun sebesar 78%. Karhutla di NTT juga menurun menjadi 58 hektare.
”Jambi ada 150 titik api yang ditemukan dan ini naik 134% dan untuk lahan dalam penanganan juga naik sebesar 403 hektare. Kalimantan Timur ada penurunan jumlah titik api menjadi 85, sedangkan jumlah lahan yang terbakar juga signifikan naik, yakni 182 hektare,” ujarnya.
BNPB mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan dalam menanggulangi lonjakan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif dengan menerjunkan armada pesawat serta helikopter ke lokasi kejadian.
”Kami juga ingin menyampaikan kepada rekan-rekan media dan seluruh masyarakat Indonesia bahwa kami tetap melakukan operasi modifikasi cuaca. Namun, kali ini kami akan menyampaikan tiga provinsi yang mengalami peningkatan secara signifikan menjadi lokasi kegiatan ini,” ujarnya.
(ki/dtc)