Ajak Merajut Pondasi Ekonomi Ummat, Erick Thohir Kunjungi Ormas Islam Terbesar di Sumut

Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar memberikan cenderamata kepada Menteri BUMN Erick Thohir pada acara Temu ramah bersama Alim Ulama dan keluarga besar Al Washliyah Sumut, Jumat (20/5/2022). / Ist

BICARAINDONESIA-Medan : Menteri BUMN Erick Thohir mengajak keluarga besar Al Washliyah Sumatera Utara merajut pondasi ekonomi keummatan dan kerakyatan.

“Insya Allah kehadiran saya hari ini di PW Al Washliyah Sumut dengan kerendahan hati kami ingin membantu merajut pondasi ekonomi kerakyatan dan tidak kalah pentingnya keummatan,” ujarnya saat berkunjung Ormas Islam terbesar di Sumut sekaligus Temu ramah bersama Alim Ulama dan keluarga besar Al Washliyah Sumut, di pelataran kantor PW Al Washliyah Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (20/5/2022).

Di hadapan Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, Rektor UMN Al Washliyah Hardi Mulyono, Rektor Univa Medan HM Jamil, pengurus Al Washliyah Sumut, PD Al Washliyah se-Sumut dan keluarga besar Al Washliyah, Erick Thohir menambahkan, kita harus menjadikan keseimbangan ekonomi menjadi sebuah keharusan.

Jangan sampai masyarakat muslim terbesar di Indonesia hanya menjadi buih bukan menjadi ombak yang memiliki dorongan yang besar bersama-sama dan tidak sendiri-sendiri, tercerai berai.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah bersama Ketua Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara ikut menyambut kehadiran Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor PW Al Washliyah Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (20/5/2022). / Ist

“Sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, saya hari ini terus mengawal bagaimana keseimbangan ekonomi umat harus menjadi pertumbuhan ekonomi nasional. Tetapi tidak bisa berdiri sendiri harus sama-sama, BUMN nya bekerja, masyarakatnya juga, kita merajut untuk membangun kesejahteraan bersama,” harapnya.

Dia juga menyebutkan, Kementerian BUMN saat ini hadir di pondok pesantren dan perguruan tinggi untuk memastikan bahwa Kementerian BUMN dan BUMN nya turut membantu ekonomi keummatan.

“Alhamdulillah kita bisa lihat bagaimana kita sudah menggabungkan bank syariah milik BUMN yakni BRI Syariah, BNI Syariah dan Mandiri Syariah berdiri sendiri, tapi sekarang menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI), yang merupakan pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, kita punya bank syariah yang masuk dalam 10 besar di Indonesia yaitu nomor 7 besar denga total aset Rp360 Triliun,” kata dia

Hal ini dilakukan karena kegundahan, kegalauan melihat bagaimana ekonomi keummatan sekarang ini.

“Kita masyarakat muslim terbesar tetapi ketika berbicara tentang industri halal, Indonesia tidak masuk 10 besar yang mana negara-negara tersebut adalah Taiwan, Brazil, Amerika dan lainnya. Tanpa menyalahkan siapa-siapa, kita harus mengintrospeksi diri kenapa negara muslim yang besar tetapi produksi industri halalnya tidak masuk 10 besar dunia,” ungkapnya.

Karena itu, Erick Thohir menugaskan BSI untuk membangun ekonomi keummatan bagian menciptakan muslim preuner bekerja sama dengan pondok pesantren dan pendidikan keislaman untuk menjadi Mercu suar peradaban yang harus dibangun serta bagaimana industri halal harus menjadi keseimbangan untuk ekonomi Indonesia.

“Nanti pak Dedi saya kenalkan dengan BSI, karena ditugaskan untuk memastikan industri halal, kita bisa bangkit dan menjadi kebutuhan nasional tidak mengimport barang dari negara lain, yang kata nya sebagai negara muslim terbesar di dunia,” katanya.

Untuk UMKM, Erick Thohir juga dorong bagaimana ibu-ibu mekar di desa-desa menjadi prioritas ekonomi rumah tangga. Bahkan saat Covid-19, nasabah mekar tumbuh 7,1 juta dan sekarang nasabahnya 12,7 juta dan kita dorong lagi menjadi 14,9 juta.

“Artinya kalau UMKM kita kuat di desa-desa dan membuka lapangan kerja di desa. Dan di Sumut perputaran uang Mekar Rp3,3 triliun dengan 844 ribu nasabah. Ini bisa ditingkatkan paling tidak 500 ribu ini luar biasa menjadi ekonomi ummat,” jelasnya.

Erick Thohir juga terus mendorong agar BUMN menjadi sehat agar bisa membuat program membangun ekonomi keummatan dan kerakyatan secara kontiniunitas.

“Bukan karena saya menterinya tetapi kita membangun sebuah program berkelanjutan. Siapapun menterinya dan jangan sampai kita terjebak karena menjabat dan membuat program yang hanya politik dan untuk kepentingan pribadi jangka pendek,” tegasnya seraya menyebutkan Kekayaan tanpa akhlak akan menimbulkan kerakusan. Kepintaran tanpa akhlak akan menimbulkan tipu daya. Hari kebangkitan Nasional harus menjadi hari kebangkitan ekonomi ummat.

Sementara Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar mengatakan kehadiran Menteri BUMN di Al Washliyah Sumut pertanda bahwa Erick Thohir merupakan keluarga besar Al Washliyah.

“Kalau saudara dan keluarga itu sama seperti bersahabatnya Rasulullah dengan Abu Bakar dan Umar Bin Khattab. Dalam riwayat hadis Tirmizi menyebutkan, Aku (Rasulullah) pergi bersama Abu Bakar dan Umar, keluar bersama Abu Bakar dan Umar, Aku masuk juga bersama Abu Bakar dan Umar. Luar biasa persahabatan Rasulullah dengan sahabatnya termasuk juga kita bersahabat dengan bapak Erick Thohir,” harapnya.

Dedi Iskandar juga menyampaikan bahwa PW Al Washliyah Sumut telah mengusulkan gelar pahlawan Tuan Arsyad Thalib Lubis.

“Ini tahun kedua kami mengusulkan. Saya titip atas nama menteri, jika nantinpak Erick bertemu dengan menteri sosial dan pak presiden, izin kami. Pak gubernur dan wagub sudah dua kali mengeluarkan rekomendasi dan insya Allah secara administratif tidak ada masalah. Kiranya negara berkenan memberikan apresiasi kepada Almukarram Tuan Arsyad Thalib Lubis, salah satu pendiri Al Washliyah,” ujarnya.

Senator asal Sumut ini menambahkan, di Sumut terdapat 619 Sekolah/Madrasah Al Washliyah, 5 Perguruan Tinggi, 8 Panti Asuhan, 1 BPRS dan ribuan Da’i/Ustadz serta pengajar dan UMKM.

“Kita tidak pernah bersyukur atas apa yang diberikan pendahulu kepada kita meski negara belum memberikan apresiasi kepada Tuan Arsyad Thalib Lubis, mudah-mudahan pak Erick bisa menjadi jembatan untuk mewujudkan apa yang kita cita-citakan itu,” katanya.

Al Washliyah ormas Islam terbesar di Sumatera Utara dan ibadahnya Ahlussunah Waljamaah dengan Mazhab Syafii.

Dedi Iskandar juga mengungkapkan dari Rp500 Miliar lebih dana CSR Pertamina dan 41 BUMN lainnya, hendaknya bisa membantu 619 Sekolah/Madrasah Al Washliyah di Sumut. “Supaya selesai infrastruktur sekolah-sekolah kami yang letaknya sangat jauh di pedalaman yang belum tersentuh,” harapnya.

Demikian juga dengan BPRS Al Washliyah yang saat ini asetnya Rp15 miliar, dan digunakan untuk pemberdayaan ekonomi dan membantu sekolah Dan madrasah Al Washliyah.

“Kalau pak menteri mau tanam saham kami terima. Kami senang pak Erick datang ke Al Washliyah dan mudah-mudahan menjadi semangat kita semua menjalankan organisasi dalam ragam unit usaha di bidang pendidikan, ekonomi dan kedepan dapat apresiasi dari Menteri BUMN,” katanya.

Demikian juga dengan lembaga Amil Zakat Al Washliyah, Dedi juga berharap Menteri BUMN Erick Thohir bisa mengajak Bank BUMN untuk memberikan zakatnya untuk dikelola.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengatakan kehadiran Menteri BUMN Erick Thohir membawa harapan dari masyarakat Sumut untuk kebaikan bangsa.

“Apalagi hari ini Jumat yang barokah, langkah yang baik datang ke Al Jamiyatul Washliyah Sumut, kalau di Jawa Timur ada Nahdlatul ulama, Jawa Tengah ada Muhammadiyah, di Sumatera Utara Ormas Islam yang besar yakni Al Jam’iyatul Washliyah . Ini semangat keummatan dan Jam’iyatul Washliyah, disini banyak alim ulama yang bisa mendoakan pak Erick semoga apa yang dicita-citakan diridhoi Allah SWT,” ujar Wagubsu

Musa Rajekshah juga menyebutkan BUMN sejak dipimpin Erick Thohir telah berubah dan memberikan pendapatan yang besar di APBN.

“Harapan dengan silaturahmi ini dapat memperjuangkan umur, menambah rezeki dan silaturahim dimudahkan urusan terutama untuk ummat,” katanya.

Penulis / Editor : Rill / Amri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *