x

Anjlok! Harga Bitcoin Turun Hingga 52%

2 minutes reading
Thursday, 25 Jun 2026 23:24 0 38 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Jakarta: Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Secara perdagangan intraday, harga koin kripto itu sempat menyentuh harga terendah di level US$ 58.995 atau sekitar Rp 1,05 miliar (asumsi kurs Rp 17.947).

Bahkan berdasarkan laporan CNBC, harga Bitcoin telah turun 52% dari level tertingginya tahun lalu. Bitcoin berjuang untuk bertahan di level US$ 60.000 sepanjang tahun ini.

Namun para pedagang menilai penurunan harga Bitcoin ini sebagai fenomena puncak gunung es. ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT) diketahui diperdagangkan hampir 1,1 juta opsi hari ini berdasarkan data Cboe LiveVol.

Volume opsi put juga tercatat dua kali lipat lebih dari volume opsi call. Para trader membeli 275.000 opsi put, sedangkan opsi call kurang dari 129.000 opsi call, berdasarkan data ThinkOrSwim.

Kemudian berdasarkan SpotGamma, dari premi senilai US$ 187 juta yang diperdagangkan di IBIT, tercatat sekitar US$ 144 juta adalah opsi put. Kemudian dari 20 kontrak yang paling banyak diperdagangkan berdasarkan volume, 19 di antaranya adalah opsi put.

Kontrak yang paling populer adalah opsi put dengan harga pelaksanaan 32,5 yang berakhir pada hari Jumat. Hal ini mendorong penurunan harga bitcoin sebesar 4,5% lagi untuk memberikan keuntungan para pedagang.

Volatilitas IBIT saat ini berada di level 53, yang menunjukkan para pelaku pasar opsi memperkirakan harga IBIT hanya akan bergerak sekitar 3% per hari. Berdasarkan harga opsi yang jatuh tempo pada 31 Juli, terdapat peluang sekitar 48% bahwa harga IBIT akan turun ke bawah US$ 30,5 atau melemah sekitar 10% dari posisi saat ini hingga akhir bulan depan.

Sementara itu, peluang harga IBIT naik 10% dalam periode yang sama sedikit lebih besar, yakni sekitar 55%. Sentimen di pasar juga belum sepenuhnya positif.

Aktivitas perdagangan opsi menunjukkan investor masih cenderung berhati-hati, dengan banyak pelaku pasar membeli kontrak put sebagai bentuk perlindungan dari risiko pelemahan harga.

“Di tengah kinerja saham AI yang luar biasa, BTC mengalami kesulitan dalam hal harga dan menarik perhatian,” kata CEO Two Prime, Alexander Blume, dikutip dari CNBC, Kamis (25/6/2026).

“Perilaku Strategy yang goyah terus menakut-nakuti pasar, mengingatkan kita pada gejolak besar lainnya yang pernah terjadi di pasar,” pungkasnya. (Rz/detikcom)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!