x

Awas!! Ngaku Pejabat Pemko Medan, Oknum Honorer Satpol PP Diduga ‘Aktif’ Lakukan Penipuan

4 minutes reading
Thursday, 25 Feb 2021 02:46 0 386 admin

BICARAINDONESIA-Medan : Apa yang dilakukan pria berinisial IR ini tergolong sangat nekad. Untuk memuluskan aksinya sebagai penipu ulung, pria berstatus honorer di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Medan itu, nekad mengaku-ngaku sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan posisi mentereng di Pemko.

Informasi yang dihimpun, lebih dari 20 orang telah menjadi korbannya. Dengan modus mampu menempatkan calon korbannya sebagai honorer, IR yang selalu tampil parlente ini, berhasil meraup uang antara 25 hingga 50 juta rupiah dari mangsanya sebagai imbalan atas janji yang ditawarkannya. Atau dengan kata lain, sudah ratusan juta uang korban masuk ke koceknya.

Saktinya pelaku, untuk membuat korbannya semakin percaya, ia bisa mengeluarkan nama korban ke dalam daftar nama calon honorer dengan berkop surat Sekretariat Daerah Kota Medan.

Pria yang belakangan juga mengaku pecatan anggota TNI ini, terbilang cukup licik dan licin. Agar terbebas dari jerat hukum, dalam setiap transaksi ia selalu meminta uang kontan. Mungkin saja tujuannya agar korban sulit membuktikan jika ia telah melakukan penipuan.

Tapi kali ini pelaku kena batunya. Jejaknya dalam melakukan tindak pidana penipuan terbongkar setelah ia juga diduga melakukan penipuan terhadap Zaldi Zimbalyz, seorang mahasiswa di Medan yang dijanjikannya bekerja sebagai tenaga honor di Bagian Keuangan Pemko Medan. Atas janji itu, pelaku meminta ‘mahar’ sebesar Rp25 juta plus uang seragam Rp4 juta kepada korban.

Zaldi Zimbalyz, mahasiswa yang mengaku menjadi korban IR/foto : dis

“Saat pemberian uang itu dia agak panik. Karena yang Rp25 juta memang saya transfer lewat rekening pribadinya. Nah yang Rp4 juta dia minta cash,” tutur Zaldi sambil menunjukkan bukti transfer saat ditemui dikediamannya di kawasan Jalan Asrama, Medan Helvetia, Kamis (25/2/2021).

Zaldi menjelaskan, penyerahan uang itu berlangsung pada November 2019. Dan sudah lebih dari setahui, janji pelaku tak pernah terealisasi hingga kini.

“Setiap kali ditanya besok ke besok. Sampai sekarang tak jelas,” ucapnya kesal.

Ditemani ibunya, korban juga menuturkan, kesan pertama saat bertemu dengan pelaku, penampilannya memang sangat meyakinkan. Dia mengaku sebagai pegawai ASN di Pemko Medan yang memiliki pengaruh.

“Bahkan dia sempat ngirim screen shoot percakapan via whatsapp dia dengan orang yang diakuinya sebagai orang penting di Pemko Medan dalam urusan pekerjaan saya. Tapi begitu uang Rp29 juta itu diterimanya dia justru ngaku mantan anggota TNI yang sudah dipecat. Disitu saya mulai curiga,” sesalnya.

Kecurigaan itu pun terbukti, janji pelaku ternyata hanya omong kosong belaka. “Pernah saya desak minta uangnya kembali, akhirnya 4 juta ditransfernya, tapi yang 25 juta lagi belum juga dikembalikan. Sekarang kalau dihubungi sudah tidak mau angkat dan dikirim pesan lewat WA juga gak dibalasnya,” tutur Zaldi.

Dipelihara Satpol PP?

Dokumen berkop surat Setda Kota Medan yang mencantumkan nama korban/foto : ist

Untuk menelusuri jejak pelaku, kru Bicaraindonesia mencoba mencari informasi dari sejumlah orang di Kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubia dan di lingkungan Kantor Satpol PP,  Jalan Adinegoro, Medan.

Ternyata, nama IR cukup terkenal di 2 tempat itu. Namun bukan karena prestasi, melainkan terkenal karena banyak yang ‘mengubernya’ dalan urusan penipuan dengan janji mampu memberikan pekerjaan sebagai honorer.

“Oo..kalo orang itu (IR) sejak lama banyak kali orang datang ke Pemko Medan ini nyari-nyari dia. Mungkin lebih 20 orang yang ditipunya,” cetus salah seorang pegawai di Pemko Medan yang minta namanya dirahasikan.

Sumber itu juga menuturkan, bahwa rata-rata korban menyetorkan uang antara 25 hingga 50 juta rupiah karena tergiur dengan iming-iming yang dijanjikannya.

“Modusnya memang dia selaku ngaku-ngaku sebagai pegawai dan punya jabatan di Pemko Medan. Sudah 2 tahun terakhir ini banyak yang nyari dia, semua kasusnya sama. Dulu memang dia di Kantor Walikota ini, tapi sekarang kalau gak salah dia ditempatkan di P4TK,” tandasnya.

Tapi ironisnya, meski aksi penipuan IR sudah menjadi rahasia umum di lingkungan Pemko Medan, tapi terkesan terjadi pembiaran terhadap tindak tanduk pelaku. Bahkan Kasatpol PP HM Sofyan saja tak pernah menindaknya.

Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rahmat Harahap selaku pimpinannya saat dikonfirmasi juga mengakui bahwa dari laporan yang diterimanya, anak buahnya itu tengah terbelit sejumlah kasus penipuan.

“Kalau itu payahlah diceritakan. Banyak katanya korbannya,” ucapnya singkat.

Sementara, IR saat dikonfirmasi via whatsapp pribadinya di nomor 082167558xxx, enggan menjawab konfirmasi wartawan Bicaraindonesia meski pesan yang dikirim sudah dibaca.

Penulis/Editor : Teuku

 

 

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x