“Harga untuk BBM untuk subsidi saya pastikan bahwa sampai hari raya tidak ada kenaikan apa-apa meskipun ada kenaikan harga minyak karena perang Israel, Amerika, dan Iran,” ujar Bahlil ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Sementara itu, untuk harga BBM non subsidi memang ditentukan sesuai mekanisme pasar. Maka dari itu apabila ada kenaikan harga, wajar adanya dan memang diperbolehkan.
Dari segi pasokan, Bahlil mengatakan bahwa dari rapat yang dilakukan dengan Dewan Energi Nasional (DEN), disimpulkan stok BBM maupun gas LPG cukup untuk hari raya.
“Kemarin sudah dilakukan rapat sama DEN, kami sudah antisipasi bahwa stok BBM jelang Hari Raya Idul Fitri aman termasuk LPG. Jadi tidak ada keraguan sekalipun ada dinamika global di Iran dan Israel,” tutur Bahlil.
