Banjir di Bangkok (Foto: REUTERS/Patipat Janthong) BICARAINDONESIA-Jakarta : Seluruh 50 distrik di Bangkok kini berstatus zona bencana akibat banjir besar yang dipicu hujan deras selama dua hari terakhir, yang melumpuhkan aktivitas dan lalu lintas warga.
Bangkok Post dan ABC, Minggu (27/9/2026), melansir Gubernur Chadchart Sittipunt mengumumkan sekolah-sekolah akan diliburkan pada Senin (28/9/2026) dan pegawai pemerintah diimbau tetap berada di rumah seiring upaya Bangkok mengurangi lalu lintas di jalan-jalan yang tergenang banjir.
Langkah penetapan status darurat bencana ini diambil guna memfasilitasi Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) beserta instansi terkait agar dapat memberikan penanganan yang lebih terstruktur dan sigap di berbagai lokasi terdampak. Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul curah hujan tinggi yang terus memicu banjir serta kemacetan lalu lintas di sejumlah titik di ibukota.
Wilayah Bangkok bagian timur menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak. Selain Bangkok, Provinsi Pathum Thani juga menetapkan wilayah kotamadya Rangsit sebagai zona darurat bencana seiring hujan yang terus mengguyur hingga Sabtu (26/9/2026) malam.
Peringatan melalui layanan ‘cell broadcast’ dikirimkan kepada warga Bangkok tak lama setelah pukul 09.00 pagi, yang menginformasikan ketinggian air di kanal-kanal telah mencapai tingkat kritis dan diperkirakan akan terus meningkat.
Menurut Departemen Meteorologi, cuaca buruk di Bangkok dan sekitarnya disebabkan oleh tekanan rendah, diperparah dengan menguatnya angin muson barat daya di wilayah perairan Thailand.
Hujan deras diperkirakan akan terus berlanjut hingga hari ini di seluruh wilayah Thailand. September sendiri merupakan puncak musim hujan di Bangkok.
(ki/dtc)