x

Banjir Terjang Kota Padang, Banyak Kendaraan Hanyut dan Ratusan Warga Dievakuasi

2 minutes reading
Tuesday, 4 Aug 2026 10:51 0 104 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Padang: Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, memicu banjir yang merendam ibukota Sumatera Barat tersebut. Tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga, sejumlah kendaraan warga turut hanyut terseret debit air yang deras.

Dilansir kantor berita Antara, Selasa (4/8/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan petugas tim gabungan mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi atau sangat deras mengguyur wilayah Kota Padang pada Senin (3/8/2026) kemarin sejak pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.

“Hujan lebat berdurasi panjang memicu genangan air yang meluap ke kawasan permukiman warga serta ruas jalan utama di beberapa titik. Merespons kondisi tersebut, tim gabungan BPBD Kota Padang bergerak menerjunkan perahu polietilen guna mengevakuasi warga ke lokasi aman,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Sejumlah warga Padang terpaksa mendorong kendaraan yang mogok sambil menyusuri banjir yang merendam kota/foto: tangkapan layar

Abdul menjelaskan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, banjir saat ini berdampak di tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung. Di Kecamatan Kuranji, kawasan terdampak meliputi Kelurahan Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, hingga Gunung Sarik.

Sementara di Kecamatan Koto Tangah, banjir merendam Kelurahan Aia Pacah, kawasan belakang RSUD, dan Perumahan Green Mandiri, sedangkan di Bungus Teluk Kabung melanda lima kelurahan.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi sebagaimana laporan petugas di lapangan derasnya arus banjir di jalanan sempat menghanyutkan sejumlah kendaraan bermotor milik warga. Menurut Abdul, hingga semalam, hujan masih mengguyur sebagian wilayah Padang dan genangan air di beberapa titik belum menunjukkan tanda-tanda surut, sementara pendataan korban dan kerugian terus berjalan.

“Masyarakat yang berada di wilayah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi demi keselamatan bersama,” kata dia.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 94W di Laut Filipina yang berpotensi memicu peningkatan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah, yang harus diwaspadai khususnya di sebagian besar Sumatera bagian barat periode 3-5 Agustus. (Rz/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!