x

Baru Bebas Penjara, Influencer Brasil Ditembak Mati di Depan Ayahnya

2 minutes reading
Wednesday, 23 Sep 2026 09:28 0 93 Teuku Yan

BICARAINDONESIA: Seorang wanita Influencer asal Brasil bernama Evelyn Lima Dantas, ditembak mati dua pria bersenjata yang sempat menyeretnya keluar dari rumah. Tragisnya, aksi tersebut terjadi di depan ayahnya, hanya beberapa hari setelah perempuan berusia 21 tahun itu dibebaskan dari tahanan.

Dua pria dilaporkan menerobos rumah Evelyn dan menyandera ayahnya sebelum membawa sang influencer ke luar rumah. Evelyn kemudian ditembak beberapa kali di trotoar hingga tewas. Para pelaku kemudian melarikan diri menggunakan mobil yang hingga kini belum teridentifikasi

Sebelum kabur, mereka juga mencoretkan tulisan “TCP” di bagian depan rumah. Tulisan tersebut diduga merujuk pada Terceiro Comando Puro, kelompok kriminal yang berasal dari Rio de Janeiro.

Namun, polisi belum memastikan keterlibatan kelompok tersebut dalam pembunuhan Evelyn.
Advertisement

Evelyn dikenal di media sosial karena membagikan foto dan video perjalanan, kecantikan, serta kehidupan sehari-harinya. Akunnya disebut memiliki lebih dari 24 ribu pengikut sebelum akhirnya tidak lagi aktif.

Di balik kehidupan glamornya sebagai influencer, Evelyn tengah terseret kasus kriminal. Ia sebelumnya ditahan karena diduga terlibat dalam pembunuhan mantan anggota polisi militer, Antonio Anildo Alves da Silva, 56 tahun.

Antonio ditembak oleh empat pria bertopeng di luar sebuah supermarket pada 29 Juli 2026. Penyidik menduga Evelyn memberikan bantuan logistik kepada para pelaku sebelum pembunuhan tersebut. Ia juga sebelumnya pernah ditangkap atas dugaan perdagangan narkoba yang berkaitan dengan kelompok kriminal.

Evelyn kemudian mendapatkan kebebasan sementara pada 9 September, sementara penyelidikan kasus pembunuhan Antonio masih berlangsung. Hanya sekitar satu minggu kemudian, ia justru menjadi korban penembakan.

Kini polisi menyelidiki kemungkinan pembunuhan Evelyn berkaitan dengan kasus yang sebelumnya menjeratnya. Salah satu dugaan yang sedang didalami adalah aksi balas dendam atau upaya menghilangkan seseorang yang dianggap mengetahui informasi tertentu.

“Kami bekerja dengan dugaan bahwa ini merupakan upaya menghilangkan jejak atau aksi balas dendam dari kelompok kriminal,” ujar Letnan Kolonel Rodrigo Lopes, seperti dikutip dari BOL News. (Ty/walipop)

LAINNYA
x