Disebut bahwa peningkatan hujan itu terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa kondisi atmosfer yang terjadi bersamaan di antaranya Bibit Siklon Tropis 96S dan Bibit Siklon Tropis 97S. Lalu seruakan dingin (cold surge), aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin, udara sangat lembab di berbagai ketinggian dan labilnya atmosfer.
“Kombinasi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus di sebagian besar jabodetabek,” ungkap BMKG dikutip dari akun instagram resminya, Minggu (18/1/2026).
Daerah yang diminta waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada periode 17-19 Januari adalah Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.
Kemudian Kabupaten dan Kota Tangerang di Banten, dan Kabupaten serta Kota Bogor di Jawa Barat.
Lalu, daerah yang diminta waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada periode 20-23 Januari adalah Kabupaten Kepulauan Seribu dan Kabupaten Bogor.
BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca cepat. Menyesuaikan rencana perjalanan dan aktivitas luar dan mengantisipasi dampak banjir serta longsor.