Dalam pelantikan tersebut, Bobby juga 117 pejabat Eselon III dan 118 pejabat Eselon IV.
Selain dilantik, sebagian dari jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) tersebut cuma dikukuhkan kembali oleh Gubsu, mengingat ada penyesuaian atau perubahan struktur organisasi perangkat daerah (OPD).
Berikut daftar 11 JPTP atau eselon II di lingkungan Pemprovsu yang baru dilantik:
1. Ardan Noor Hasibuan sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan
2. Sutan Tolang Lubis sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah
3. Dikky Anugerah Panjaitan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah
4. Muhammad Ali Sipahutar sebagai Sekretaris DPRD
5. Chandra Dalimunthe sebagai Kepala Dinas Bina Marga Bina Konstruksi dan Cipta Karya
6. Dedi Jaminsyah Putra sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral
7. Yuda Pratiwi Setiawan sebagai Kepala Dinas Perhubungan
8. Fariz Haholongan Hutagalung sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
9. Zulkifli sebagai Kepala Biro Organisasi
10. Yoga Budi Pratama Irawan sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa
11. dr Yulinda Elvi Nasution sebagai Direktur UPTD Khusus Rumah Sakit Umum Haji Medan.
Bobby mengatakan, pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan langkah untuk memperkuat soliditas birokrasi dalam menjalankan program pembangunan di Sumut. Menurutnya, diskusi dan kerja di pemerintahan tidak boleh hanya berhenti pada pembahasan program ataupun visi misi, tetapi harus berfokus pada bagaimana program tersebut benar-benar dijalankan dan memberi dampak bagi masyarakat.
“Pembicaraan dan diskusi yang dilakukan jangan hanya soal program atau visi misi, tetapi bagaimana menjalankan dan mengeksekusi program-program tersebut,” kata Bobby dalam arahannya.
Ia juga menekankan pentingnya kekompakan di setiap struktur organisasi. Setiap pejabat diminta menjaga soliditas dan sinergi di dalam OPD masing-masing agar program pemerintah berjalan efektif.
“Kekompakan di masing-masing struktur harus dijaga. Jangan sampai di dalam OPD justru terjadi perpecahan. Semua harus bekerja sebagai satu tim,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bobby juga meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja dengan target yang jelas, terukur dan memiliki batas waktu. Jika dalam pelaksanaannya ditemukan kendala atau target yang tidak tepat, maka evaluasi harus segera dilakukan.
“Yang penting kita punya tujuan, punya target dan punya batas waktu untuk mencapainya. Kalau ada yang kurang tepat, silakan diperbaiki cara kerjanya,” ucapnya.
Di akhir arahannya, Bobby mengingatkan bahwa jabatan yang diemban adalah amanah untuk melayani masyarakat. Karena itu, seluruh pejabat diminta bekerja maksimal dan menunjukkan kinerja nyata bagi masyarakat Sumut.