x

Dishub Medan Pilih Kasih, Areal Parkir Asia Mega Mas Ibarat Bom Waktu yang Siap Meledak

3 minutes reading
Monday, 10 Aug 2020 09:03 0 103 admin

BICARAINDONESIA-Medan : Lahan parkir menjadi salahsatu primadona dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Medan.

Lokasi bisnis parkir yang kini menjadi sorotan diantaranya adalah komplek pertokoan Asia Mega Mas di Kec. Medan Area. Terletak di kawasan strategis dan luas, areal parkir di tempat ini, mulai dari ujung Jl. Asia hingga tembus ke Jl. Arif Rahman Hakim.

Apalagi, areal ‘pecinan’ Kota Medan yang dipadati berbagai aktivitas bisnis itu, seolah tak pernah mati siang dan malam ini. Tak heran, dengan kondisi yang sangat menggiurkan itu, Komplek Asia Mega Mas kerap menjadi incaran berbagai pihak.

Apalagi sejak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan yang kini berganti nama menjadi Badan Pengelola Pendapatan dan Retribusi Daerah (BP2RD), mengalihkan wewenang pengelolaan seluruh lahan parkir ke Dishub Kota Medan.

Secara otomatis, kebijakan BP2RD yang sebelumnya menerapkan sistem retribusi per toko, akan berubah menjadi sistem kutipan perkendaraan. Tapi ironisnya, sistem itu yang membuat pihak dinas tersebut mulai berbuat sesuka hati dalam mengambil kebijakan.

Kabar yang beredar, sejak ditinggal pemegang mandat parkir sebelumnya yang bermasalah dalam urusan setoran, awalnya tersiar informasi mandat areal parkir itu diserahkan kepada 7 orang pengelola.

Namun belakangan, Dishub Kota Medan disebut-sebut sudah membagi lahan parkirnya secara sepihak kepada 4 orang pengelola, termasuk diantaranya dari unsur organisasi pemuda yang paling cukup ditakuti Kadishub Medan, Iswar Lubis.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera) Ferry Afrizal mengecam sikap Kadishub tersebut.

Menurutnya, pihak Dishub harusnya mampu mengelola lahan bisnis itu secara langsung, mengingat ‘income’ yang dihasilkan lewat sektor perparkiran disitu, sangat menjanjikan.

“Seharusnya Kadishub Medan lebih bijak dalam hal ini. Menangani pengelolaan lahan parkir di Asia Mega Mas sendiri atau secara institusi yang lebih profesional, harusnya menjadi langkah utama, bukan sebaliknya bertindak spekulatif,” tegasnya, Senin (10/8/2020).

Menurut Ferry, indikasi yang disampaikannya ini sepertinya sangat tidak berlebihan. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa di saat pengelola parkir Asia Mega Mas lowong, banyak pihak-pihak yang muncul berupaya merebutnya.

“Sampai terdengar kepada kami kini mandat parkir sudah dibagi Kadishub untuk 4 pengelola. Jika ini benar, jelas ini perbuatan pilih kasih yang sangat diskriminatif,” kecam Ferry.

Untuk memastikan kebenarannya, sekaligus agar perkara ini tidak terus liar, Kadishub Iswar Lubis seharusnya memberikan penjelasan dan klarifikasi kepada khalayak.

“Jangan sedikit-sedikit mengaku tidak mengurusi parkir, tapi di belakang ternyata dia malah raja parkir. Kalau memang informasi ini tidak benar, Formapera berharap dia (Iswar) segera memberikan klarifikasi secara jelas. Tapi jika tidak, wajar kami menuding kalau ada ‘something’ dibalik bungkamnya Kadis,” tegasnya.

Di samping itu, lanjut Ferry, jika memang terjadi sikap pilih kasih itu, ia khawatir masalah ini akan menjadi bom waktu yang sangat mengancam kondusifitas Kota Medan.

“Saya khawatir bakal terjadi gesekan di lapangan antara pihak pemegang mandat dan yang berharap mandat. Kalau itu terjadi, kami akan desak pihak kepolisian untuk pertama kali menangkap Kadishub Medan dan menyelidiki fakta sebenarnya dibalik kebijakannya itu,” tandasnya.

“Dalam kasus ini juga, jika Kadishub terus bungkam, Formapera akan bersikap. Tidak hanya menyurati DPRD, pihak kepolisian dan kejaksaan, kami juga akan melakukan aksi turun ke jalan,” pungkasnya.

Penulis : Icank
Editor : Yudis

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x