x

Driver Ojol yang Diduga Dianiaya Oknum TNI Jalani Visum

2 minutes reading
Tuesday, 10 Feb 2026 08:40 0 88 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Driver ojek online (ojol) dilaporkan menjadi korban penganiayaan oknum TNI di Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar). Korban kini sudah menjalani visum.

“Jadi pengemudi ojol online itu sudah melaporkan tentang adanya penganiayaan, luka-luka yang ada di tubuh korban. Ini sudah diterima laporan polisi, termasuk sudah dilakukan visum et repertum juga,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Budi mengatakan bahwa laporan korban sudah diterima. Dia juga memastikan penyelidikan masih berjalan.

“Dalam proses pemeriksaan saksi dan barang bukti. Artinya penanganan ini masih berjalan,” katanya.

“Jadi seluruh laporan masyarakat terkait tentang peristiwa, apalagi ada korban, jangan dibiaskan. Polisi pasti profesional, prosedural, dan transparan,” lanjut Budi.

Sebelumnya, driver ojol dilaporkan menjadi korban penganiayaan di wilayah Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar). Pelaku penganiayaan diduga seorang oknum anggota TNI.

Dugaan penganiayaan tersebut viral di media sosial seperti dilihat tim redaksi, Selasa (10/2). Dari video yang beredar, penganiayaan dipicu kesalahpahaman tujuan pengantaran seorang perempuan ke lokasi terduga pelaku.

Dalam postingan itu, dinarasikan bahwa korban dipukul menggunakan besi. Akibatnya, driver ojol itu mengalami luka di pelipis matanya.

Budi mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/2) dini hari dan sudah dilaporkan ke Polsek Kembangan. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam.

“Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat,” kata Budi, Senin (9/2).

Dalam postingan juga disebutkan bahwa pelaku merupakan anggota Paspampres. Namun Asisten Intelijen Komandan Paspampres (Asintel Danpaspampres) Kolonel Inf Mulyo Junaidi membantahnya dan menyebut pelaku merupakan anggota Denma Mabes TNI.

“Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, tapi dia anggota Mabes TNI, Denma,” ujar Junaidi terpisah.

Dia mengatakan pihaknya langsung mencari informasi kebenaran informasi tersebut. Menurut dia, kasus ini sepenuhnya ditangani Mabes TNI.

“Sudah kami klarifikasi, (terduga pelaku) Kapten Cpm A, anggota Denma Mabes,” katanya.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!