Foto: detikJateng (Ardian Dwi Kurnia) BICARAINDONESIA-Jakarta : Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pilangwetan disetop sementara dan dipasang garis polisi. Hal ini dilakukan usai ratusan santri di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Demak, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan membenarkan bahwa pihaknya sempat merawat sejumlah pasien yang diduga keracunan MBG. Selain dirawat di Puskesmas Kebonagung, ada penerima manfaat MBG lain yang dilarikan ke sejumlah rumah sakit.
“Yang di Puskesmas Kebonagung beberapa dari korban yang mengalami mual, mutah, pusing. Puskesmas (merawat) lima orang, tapi kondisi setelah stabilisasi boleh pulang, sehingga hanya rawat jalan,” ujar Arief saat ditemui, dilansir dari detikJateng, Senin (20/4/2026).
“Yang lain rujuk ke tiga rumah sakit, yaitu PKU Muhammadiyah Gubug, Rumah Sakit Getas Pendowo dan Rumah Sakit Sultan Fatah Karangawen,” sambungnya.
Arief mengatakan bahwa selain santri ada yang lain ikut menjadi korban, yakni kelompok B3 (bumil, busui, balita). Total diperkirakan ada 187 orang yang diduga keracunan.
“Ponpes Bustanul Quran jumlah 68 orang terdiri dari 33 orang berobat jalan di ponpes, rujuk di dua RS PKU Gubug 23 orang dan Getas Pendowo 12 orang. Ponpes Asnawiyah 97 orang, terdiri dari 67 orang berobat jalan, 24 orang dirujuk di Getas Pendowo dan PKU gubug 6 orang,” katanya.
“B3 korban lima orang, rujuk PKU gubuk 1 orang, 4 berobat di puskesmas dan sudah rawat jalan,” katanya.
Kini, operasional SPPG di Pilangwetan disetop sementara dan bangunan juga dipasangi garis polisi. (Ka/dtc)