x

Geger Kasus Dugaan Makar dan Penyadapan Presiden, Sejumlah Pati Polri Isunya Diperiksa dan Ditahan

4 minutes reading
Tuesday, 3 Nov 2026 17:40 0 129 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Jakarta: Dunia politik tanah air digegerkan dengan beredarnya kabar soal makar dan dugaan penyadapan terhadap pejabat tinggi negara termasuk Presiden Prabowo yang melibatkan sejumlah perwira tinggi (Pati) di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Bahkan hingga Selasa sore (3/11/2026), kabar ini terus meluas dan dikabarkan adanya penangkapan terhadap beberapa jenderal polisi aktif terkait kasus penyadapan terhadap petinggi negara tersebut oleh Petugas Divpropam Mabes Polri.

Situasi semakin memanas setelah beredar foto sebuah tangkapan layar percakapan di sebuah pesan di aplikasi percakapan WhatsApp (WA) yang diduga berasal dari grup WA internal Polri yang mengkonfirmasi soal penahanan dan penangkapan terhadap para jenderal polisi tersebut.

Dalam tangkapan layar pertama, sebuah pesan memerinci soal jenderal polisi yang sudah resmi ditahan. Dua nama jenderal polisi di antaranya Irjen Ahrie Sonta Nasution (ASN) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum, dan Irjen Eko Hadi Santoso (EHS) yang saat ini menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. 1 Sespim Lemdiklat Polri. Kedua jenderal itu, disebut dalam pesan WA tersebut ditegaskan sudah ditahan.

Seorang lagi yaitu Kombes Ferli Hediyat, yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri, juga disebutkan sudah ditahan. Pesan kedua isinya menjelaskan nasib Jenderal L dan seorang Komjen. Untuk L yang dalam WA tersebut disebut sebagai Listyo Sigit dan Komjen Pipit, disebutkan masih menjalani pemeriksaan.

“Pak sigit sama bg pipit masih di bap, yg udah ditahan eko sama sonta,” demikian dikutip dari pesan WA tersebut, Selasa (3/11/2026).

Nama Pipit ini sendiri diduga adalah Irjen Pipit Rismanto, yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Hukum Bidang Politik dan Keamanan. Sementara nama Sigit, dikaitkan dengan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang merupakan mantan Kapolri dan saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).

Selain isi WA tersebut, beredar juga WA dari mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Marthinus Hukom yang mengecam aksi dugaan penyadapan terhadap petinggi negara yang diduga dilakukan para perwira tinggi aktif Polri itu. Marthinus menulis dengan nada marah dan menyebut para perwira tinggi Polri tersebut melakukan makar.

“Dalam sejarah dunia tidak pernah ada Kepolisian melakukan makar terhadap pemerintah. Tapi kalau desas desus hari ini benar benar ADANYA, yang katanya ada segelincir oknum kepolisian melakukan makar, maka Anda sebagai mantan pemimpin Polri telah merubah sejarah dunia. Dengan demikian semua prestasi anda adalah prestasi nomor satu.. Terkorup, terjelek, terusak dan terakhir adalah mencatat sejarah untuk pertama kalinya melakukan MAKAR,” demikian isi pesan WA tersebut.

Namun sampai saat ini Mabes Polri memang masih belum memberikan keterangan resmi terhadap isu yang beredar. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir hanya menegaskan pihak Mabes Polri akan buka-bukaan terkait isu tersebut.

“Berkaitan sama konteks, dinamika yang nanti mungkin rekan-rekan akan bertanya, dalam sore menjelang malam nanti, nanti kami dari Divhumas akan melaksanakan rilis,” kata Isir kepada wartawan, saat saat mendampingi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto ketika berkunjung ke Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta Pusat.

Sebelumnya, sumber di lingkungan Polri menyebutkan bahwa para Jenderal polisi dan seorang Kombes serta beberapa anak buahnya itu sudah resmi dinyatakan sebagai tersangka. “Sudah, sudah resmi dinyatakan sebagai tersangka,” ujar sebuah sumber, Selasa (3/11/2026).

Kabarnya, seluruh petinggi Polri itu baik Pati maupun Pamen yang terlibat, sudah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Kronologis Kejadian

Sementara itu, kabar ini semakin merebak luas setelah tersiar kabar adanya penangkapan yang berawal dari hasil penyelidikan pihak Mabes Polri setelah menemukan adanya aktivitas penyadapan terhadap petinggi negara.

“Yang disadap salah satunya adalah Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy,” ujar sumber di lingkungan Polri. Sumber tersebut juga mengatakan, aktivitas penyadapan dilakukan dari sebuah rumah di Kompleks Widya Chandra, yang merupakan kompleks pejabat tinggi negara.

Sumber itu menyebut, aktivitas penyadapan ini dikomandani oleh seorang polisi aktif berpangkat Irjen berinisial ASN. ASN mengkoordinir beberapa polisi aktif salah satunya berpangkat Kombes (Kombes FR) dan beberapa polisi aktif yang menjadi bawahannya.

“Dari hasil penyelidikan diketahui kelompok penyadap ini juga memiliki jaringan dengan beberapa petinggi Polri baik yang masih aktif maupun tidak,” ujarnya.

Beberapa sumber di internal Polri mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan terkait isu keamanan. Salah satunya adalah dugaan penyadapan (wiretapping) yang dilakukan secara terkoordinasi terhadap pejabat tinggi negara.

Untuk kepastian kabar yang masih simpang siur tersebut, saat ini wartawan masih menunggu pengumuman resmi dari pihak kepolisian. (Ty/afu)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!