Foto: REUTERS (Souleymane Camara) BICARAINDONESIA-Jakarta : Hujan deras yang melanda Conakry, Guinea mengakibatkan tumpukan sampah di sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah tersebut runtuh menimpa rumah-rumah warga di sekitarnya. Insiden itu menewaskan 30 orang dan enam orang terluka parah.
Dikutip dari CNBC, Senin (24/8/2026), peristiwa itu terjadi Minggu (23/8/2026) pukul 02.00 dini hari waktu setempat di kawasan Dar-es-salam, Distrik Bbessia. Saat itu, hujan lebat tengah mengguyur wilayah tersebut.
Bencana tersebut terjadi kurang dari sepekan setelah pemerintah mengumumkan rencana menutup lokasi pembuangan sampah tersebut dan memindahkan limbah ke tempat lain karena dianggap membahayakan masyarakat, terutama selama musim hujan.
Tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi untuk mencari korban dan membersihkan material longsor. Petugas menggunakan ekskavator serta peralatan lainnya untuk menyingkirkan tumpukan sampah dan material yang menimbun kawasan tersebut.
“Sumber daya manusia dan peralatan yang signifikan telah dikerahkan untuk mencari orang-orang yang mungkin masih terkubur, menyelamatkan para korban, dan mengevakuasi jenazah,” tulis pernyataan pemerintah setempat, dikutip dari detikcom, Senin (24/8).
Perdana Menteri Guinea Amadou Oury Bah mengunjungi lokasi kecelakaan maut tersebut. Alat berat dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi runtuhan sampah, yang disaksikan oleh kerumunan warga.
“Langkah-langkah telah diambil untuk memastikan perawatan medis bagi korban luka dan memberikan bantuan bagi mereka yang terdampak tragedi ini,” demikian bunyi pernyataan pemerintah.
Sebelum jumlah korban resmi diumumkan, tokoh masyarakat setempat, Lancine Sylla, sempat menyatakan kekhawatirannya bahwa banyak orang tewas akibat runtuhnya tumpukan sampah tersebut.
“Kami telah mengevakuasi 18 jenazah yang kemudian dibawa ke kamar jenazah,” ujar Sylla kepada AFP.
Salah satu tokoh oposisi utama Guinea, mantan perdana menteri Cellou Dalein Diallo, menyebut kecelakaan itu sebagai tragedi yang membuatnya sangat terpukul.
“Tragedi ini semakin memprihatinkan karena penutupan tempat pembuangan sampah tersebut sebenarnya telah dijadwalkan pada hari Minggu ini, 23 Agustus,” tulis Diallo di Facebook.
“Kini giliran pihak berwenang yang berwenang untuk mengungkap, dengan transparansi penuh, situasi yang menyebabkan bencana ini dan mengambil kesimpulan yang diperlukan,”tambahnya dalam pernyataan yang diunggah sebelum jumlah korban jiwa dirilis. (Ka/CNBC/dtc)