x

Israel Tangkap 5 WNI, Komisi I DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke PBB dan AS

2 minutes reading
Tuesday, 19 May 2026 09:38 0 72 Iki

BICARAINDONESIA-Jakarta : Tentara Israel menangkap sejumlah jurnalis Indonesia yang berada di kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi PKS, Sukamta, mengecam tindakan tersebut dan meminta Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas.

“Saya mengecam ulah Israel ini. Saya mendukung pemerintah untuk lebih tegas mendesak DK PBB dan AS melobi Israel agar membebaskan para aktivis dan jurnalis Republika tersebut,” kata Sukamta, Selasa (19/5/2026).

Dia menilai, tindakan Israel bertentangan dengan upaya internasional untuk meredam konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik dengan Palestina dan ketegangan bersama Iran.

Menurutnya, Israel seharusnya menghormati berbagai proses perdamaian yang tengah diupayakan oleh banyak pihak dan tidak melakukan langkah yang justru memperkeruh situasi.

“Israel memang memiliki jejak yang buruk soal kepatuhan terhadap perjanjian dan hukum internasional. Namun, dengan adanya Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Trump, seharusnya sikap Israel juga bisa sejalan dengan upaya BoP untuk mewujudkan perdamaian di Palestina,” ujarnya.

Sukamta menegaskan, aktivitas jurnalistik dan misi kemanusiaan tetap mendapatkan perlindungan berdasarkan hukum internasional, termasuk dalam situasi perang dan konflik bersenjata. Dia mendesak Israel segera membebaskan para aktivis dan jurnalis.

“Instrumen hukum internasional yang ada sudah seharusnya sudah cukup untuk mendesak Israel membebaskan para aktivis dan jurnalis serta membuka blokade bantuan kemanusiaan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengumumkan lima orang warga negara Indonesia (WNI) diculik dalam misi Global Sumud Flotilla. Mereka diculik oleh tentara zionis Israel saat sedang berlayar di laut lepas Mediterania menuju Gaza, Palestina.

Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, mengatakan, per Senin (18/5/2026) pukul 21.20 WIB, sejumlah kapal telah diintersep oleh tentara Israel.

Kelima WNI yang ditangkap Israel yaitu aktivis Andi Angga di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di Kapal Bolarize, lalu 3 WNI di kapal Ozgurluk, yakni jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!