Kota Tyre/ REUTERS BICARAINDONESIA-Jakarta : Israel kembali menyerang Lebanon, meski gencatan senjata masih berlangsung. Komandan Jihad Islam dan putrinya yang berusia 17 tahun tewas bersama lima orang lainnya.
AFP melansir bahwa serangan tersebut dilakukan pada Minggu (17/5/2026). Otoritas Lebanon dan media pemerintah menyampaikan, seorang Komandan Jihad Islam tewas. Serangan itu terjadi meski gencatan senjata rapuh masih berlangsung, sedangkan Hizbullah menyebut perundingan yang dimediasi Amerika Serikat antara kedua negara sebagai jalan buntu.
Kementerian Kesehatan Lebanon merilis jumlah korban sementara akibat serangan Israel tersebut. Tiga orang tewas di kota Tayr Felsay, termasuk seorang anak, dan dua orang tewas di kota Tayr Debba, termasuk seorang anak lainnya.
Kementerian itu menyebut, 11 orang terluka dalam serangan-serangan tersebut dan empat orang lainnya terluka dalam serangan di dua kota lain di Lebanon selatan.
Belakangan, kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan bahwa serangan rudal Israel sekitar tengah malam menghantam sebuah apartemen di pinggiran Kota Baalbek di bagian timur negara itu. Serangan menewaskan komandan Jihad Islam Wael Abdel Halim beserta putrinya yang berusia 17 tahun.
Meski gencatan senjata berlaku, Israel terus melancarkan serangan secara luas di Lebanon selatan dan kerap mengeluarkan peringatan evakuasi kepada kota-kota dan desa-desa di wilayah selatan.
Dua serangan Israel juga menghantam Kota Sohmor di Lembah Bekaa, Lebanon timur, pada Minggu, lapor NNA.
Militer Israel kemudian mengeluarkan peringatan evakuasi kepada empat desa dekat Kota Sidon di pesisir selatan, yang berjarak puluhan kilometer dari wilayah perbatasan dan sebelumnya juga mendapat peringatan evakuasi pada Sabtu.
Serangan udara Israel menghantam tiga dari empat desa tersebut setelah peringatan dikeluarkan, kata NNA.