x

Kadinkes Minta Warga Waspada Usai Ditemukannya Kasus Hantavirus di Jakarta

2 minutes reading
Monday, 11 May 2026 20:29 0 97 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI mencatat sepanjang 2026 terdapat empat kasus hantavirus di Jakarta. Terkait adanya kasus ini Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengimbau warga untuk tetap waspada.

Meski bukan penyakit baru, masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan hingga memakai masker saat berada di area yang berisiko terpapar tikus. Ia menegaskan bahwa warga tak perlu panik menghadapi hantavirus. Namun ia meminta masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penularan.

“Sebetulnya tidak perlu panik, tapi waspada gitu. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga pola hidup yang bersih, sehat,” ujar Ani di DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ani menjelaskan, hantavirus merupakan virus lama yang terus dimonitor setiap tahun. Penularannya berasal dari tikus ke manusia, baik melalui air liur, air seni, maupun kotoran tikus yang mencemari lingkungan.

“Penularannya melalui tikus, air liur, air seni, kotoran tikus, yang terkontaminasi ke manusia atau kemudian debunya terhirup oleh manusia,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ani meminta masyarakat membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Warga juga diminta menggunakan masker dan alat pelindung saat berada di tempat yang berpotensi terkontaminasi tikus.

“Kalau kita berada di tempat-tempat yang ada kemungkinan terkontaminasi atau bekerja di tempat-tempat yang kotor, dan kemungkinan ada tikus, jangan lupa pakai masker, mungkin pakai pengaman yang lain dan sesudahnya cuci tangan,” katanya.

Lebih lanjut, Ani juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengendalian populasi tikus sebagai langkah pencegahan.

“Dan kemudian mungkin nanti berikutnya, bagaimana kita melakukan pengendalian terhadap tikus gitu,” kata Ani.

Dari kasus yang ditemukan Dinkes DKI sepanjang 2026 tiga pasien telah sembuh dengan gejala ringan. Sementara satu lainnya masih berstatus suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Di 2026 yang ada di catatan kami sepanjang 2026, sampai sekarang ini ada empat kasus yang sudah kita temukan, tiga orangnya sudah sembuh, bergejala ringan. Satu orangnya sekarang masih suspek,” imbuhnya. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!