x

Karhutla di Rinjani Meluas Hingga 723 Hektare, Jalur Pendakian Senaru Ditutup

3 minutes reading
Saturday, 26 Sep 2026 17:42 0 124 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Lombok Utara: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda gunung Rinjani terus meluas hingga mencapai 723,7 hektare. Dampaknya, jalur pendakian Senaru terpaksa  ditutup total.

Penutupan dilakukan akibat api terus menjalar hingga membakar mawasan Bukit Setampol dan sekitarnya yang makin meluas. Penutupan berlaku mulai 26 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengambil keputusan tersebut setelah titik api mengarah ke kawasan Pelawangan Senaru.

“Jalur Wisata Pendakian Senaru di Kabupaten Lombok Utara ditutup sementara terhitung mulai tanggal 26 September 2026 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan,” demikian kutipan pada pengumuman yang dikeluarkan oleh TNGR melalui pers rilis, Jumat malam (25/9/2026).

Dengan penutupan tersebut, pendaki diimbau tidak menggunakan jalur Senaru maupun Torean untuk sementara waktu. Calon pendaki yang telah memiliki e-tiket melalui Senaru diminta melakukan penjadwalan ulang dan mengalihkan pintu masuk pendakian ke Sembalun, Lombok Timur.

“Begitu juga bagi pendaki yang sedang melakukan aktivitas pendakian dan memilih jalur wisata pendakian Senaru dan Torean sebagai pintu keluar agar dapat mengalihkan melalui jalur wisata pendakian Sembalun.

Pembukaan kembali jalur pendakian Senaru akan ditetapkan dengan memperhatikan hasil evaluasi penanganan kebakaran hutan di kawasan tersebut.

Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, mengatakan luas wilayah yang terdampak karhutla mencapai 723,7 hektare. Sebagian wilayah di Bukit Setampol telah berhasil dipadamkan.

“Perkembangan hingga hari ini, luas areal yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 723,7 hektare. Sebagian titik di Bukit Setampol sisi timur telah berhasil dipadamkan dan dilakukan mop-up,” terang Astekita, Jumat (25/9/2026).

Astekita menyebut lokasi yang sebelumnya menjadi sasaran pemadaman telah diperiksa secara menyeluruh. Tim gabungan memastikan lokasi tersebut telah padam dan tidak ditemukan lagi asap maupun bara tersembunyi.

“Pemeriksaan dilakukan secara langsung dan manual pada material terbakar untuk memastikan tidak terdapat panas atau bara yang berpotensi kembali menimbulkan api,” jelasnya.

Meski sebagian area telah berhasil dipadamkan, api saat ini merembet ke arah Puncak Sangkareang. Petugas patroli juga dikerahkan menuju jalur Senaru untuk mengantisipasi penyebaran api ke area tersebut.

“Lokasi lainnya api masih terpantau dan berkembang ke arah Puncak Sangkareang dan sekitarnya. Tim patroli juga dikerahkan menuju jalur Pendakian Senaru untuk memantau perkembangan kebakaran dan mengantisipasi kemungkinan penyebaran api ke arah tersebut,” imbuh Astekita.

Upaya pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Angin yang bertiup sangat kencang menyebabkan api bergerak dan meluas dengan cepat. Vegetasi berupa savana pegunungan, semak, rumput, dan material organik lainnya juga dalam kondisi sangat kering sehingga mudah terbakar.

Selain itu, lokasi kebakaran berada di medan pegunungan yang jauh, terjal, dan sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat mobilisasi personel untuk membawa peralatan dan logistik membutuhkan waktu serta tenaga yang cukup besar.

Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama dalam penentuan waktu pergerakan, akses menuju titik api dan metode pemadaman yang dilakukan,” ujar Astekita.

Untuk menjamin keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi tim dalam melaksanakan pemadaman dan pengendalian kebakaran, jalur pendakian Torean masih ditutup sementara.

Pengunjung yang berada di kawasan Danau Segara Anak telah diarahkan untuk tidak menggunakan jalur Torean dan menggunakan jalur pendakian lain yang dinyatakan aman sesuai arahan petugas.

“Kami mengimbau masyarakat dan pengunjung agar tidak mendekati lokasi kebakaran serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran baru,” kata Astekita. (Rz/detikcom)

LAINNYA
x